Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Kalau Bukan karena Allah, Saya Sudah Gila”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2011 10:50
Bagikan
Bagikan

SIAPAPUN orangtua melihat  buah hatinya tergeletak tak berdaya karena sakit 16 tahun, tentu sedih. Itulah yang dialami Iryani (46). Putri sulung perempuan yang saban hari pekerjaannya mencuci pakaian ini dinyatakan dokter terserang kanker otak, sejak 16 tahun lalu. Ia mengaku shock mendengar vonis doker itu.  Namun ia berusaha tabah.   “Saya kuat-kuatin,” kata Iryani.

Umur Nurul Hikmah, demikian nama anak itu, kini sudah masuk 24 tahun. Sebagai ibu, Iryani jujur mengatakan tak tahan melihat penderitaan anak pertamanya itu, yang hanya bisa berbaring tak berdaya. Kadang ia hanya bisa menangis dan berdoa agar anaknya segera diberikan kesembuhan dan normal seperti sedia kala.

Namun di sisi lain, Iryani juga bersyukur. Sebab, selama sakitnya yang bertahun tahun itu, anaknya tidak pernah mengeluh. Bagi Iryani dan Yahdi (suaminya), atau bagi siapapun,  penantian selama 16 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun mereka tetap berusaha bersabar dan menerima segalanya kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Kalau bukan karena Allah, mungkin saya sudah gila,” imbuh Iryani, sambil menitikkan air mata. Ia mengucapkan itu seraya tersenyum dan mengelus kaki anaknya.

Hingga kini Yahdi, Iryani, dan Yandi (anak kedua) tak  bosan-bosannya menjaga dan mendampingi Nurul. Ada kalanya mereka menggantikan pakaian dalam Nurul saat sedang datang bulan, membersihkan buang air yang kadang kala bercampur darah, menyuapi makan, dan memandikannya.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Syukurnya, Nurul bukan anak yang lekas putus asa. Di pembaringannya, ia tetap istiqamah menjalankan shalat 5 waktu, puasa Senin Kamis, dan menunaikan shalat Tahajjud sambil berbaring. Zikir pun ia tak lekang, terutama saat rasa sakit menyerang kepalanya. Saking kuatnya ia menekan tasbih, mungkin karena menahan rasa sakit yang hebat, bulir-bulir tasbihnya yang setiap saat dipilinnya itu menjadi hancur. Karena belum ada ganti tasbihnya, ia berdzikir memakai tangan. Ada bekas di jari-jarinya, barangkali juga karena tekanan yang begitu kuat. “Saya ibadahnya hanya bisa begini, mudah-mudah Allah menerima ibadah dan doa saya,” tutur Nurul mengiba.

Sakalipun tak berdaya. Semangat hidupnya tak meredup. Bahkan ia pun masih punya hasrat untuk menikah suatu ketika. “Iya, hasrat ada. Apalagi kalau mendengar teman-teman saya yang dulu, sudah pada nikah dan punya anak,” kata Nurul lemah. “Saya mau sembuh, biar pun tak 100 persen. Yang penting bisa jalan,” sambungnya, suaranya bersih.

Nurul dirawat di rumah ibunya di Jl Al-Busyro, RT 04 Rw 01, Desa Citayam, Kota Depok, Jawa Barat. Iryani tak membawa putrinya ke rumah sakit, karena tak puang uang.

Maklum, Iryani dan Yahdi terolong keluarga miskin. Yahdi perkerjaannya serabutan. Terkadang jadi ojek,  lain hari menjadi tukang bangunan, lain kali lagi jadi tukang batu.

Sedangkan Iryani, sebagai tukang cuci di Perumahan Asri Permai Komplek Pertanian Citayam Depok, setiap hari berangkat pagi, pulang kalau sudah tengah hari. Ia masih mampu mencuci pesanan 2 sampai 3 rumah. Jenis layanan pencucian yang ia terima macam macam, ada selimut dan segala jenis pakaian. Sebulan dalam 1 rumah ada yang member Rp 300 ribu.

Selain itu, ia kadang disuruh seterika baju orang. “Sekali menggosok pakaian ada yang memberi Rp 20 atau Rp 30 ribu,” kisah Iryani. Dari situlah andalan sumber keuangan mengalir, termasuk untuk sekolah anak bungsunya, Yandi Sulaiman (16 tahun) yang kini duduk di bangku SMK, dan untuk makan sehari hari. */Sahid

Foto: (1) Nurul, (2) kedua orangtua Nurul

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 4 Astronom Indonesia Diabadikan Jadi Nama Asteroid
Tulisan selanjutnya Gaza: Israel Bohong tentang Roket yang Jatuh di Wilayahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?