Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Slogan “Negara Jangan Kalah”, Mirip Statement Bush

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Maret 2011 10:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Semenjak terjadinya bentrok antara umat Islam dan Ahmadiyah di beberapa wilayah di Indonesia, media massa  sering mengangkat jargon “Negara Jangan Kalah”. Jargon ini bahkan seolah ampuh menekan kelompok tertentu.

Komisioner Komnas HAM Dr Saharuddin Daming menilai hal itu adalah taktik baru tapi klasik dari kelompok tertentu untuk membenturkan negera dengan kelompok Islam, khususnya kasus penodaan agama. 

“Statement itu sebetulnya tidak berdiri sendiri. Kalau kita pelajari historikalnya, itu kan istilah yang pernah dipakai Goerge Bush ketika terjadi peristiwa 11 September,” ujar Daming saat berbincang dengan hidayatullah.com belum lama ini.

Saat peristiwa 11 September, George Bush menyatakan negara dan dirinya tidak boleh kalah dengan serangan serangan terorisme. Inilah yang, kata Daming, kemudian disebar ke semua negara negara yang mengikuti kampanye Amerika untuk memerangi bandit bandit Negara yang disebut terorisme itu.

“Begitu pula apa yang disampaikan oleh Presiden SBY yang kemudian dibahasakan juga oleh media media,” tuturnya. Menurut doktor bidang hukum yang tunanetra ini,  slogan ‘Negara Tak Boleh Kalah’ sering  digunakan kalangan liberal ‘menekan’ kelompok Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Daming menilai, seluruhnya itu tidak lain adalah taktik untuk merespon kondisi objektif bahwa mereka adalah kelompok yang terancam, sehingga Negara diberi bobot dengan mengompor-ngompori bahwa negara tidak boleh kalah. Harapannya agar negara berbenturan dengan kelompok kelompok mayoritas.

Istilah “Negara Jangan Kalah” tersebut dinilai sebagai permainkan kalangan tertentu dan yang dekat dengan Barat untuk memprovokasi negara-negara di luar Barat seperti Indonesia agar menggunakan kuasa negara untuk memberangus semua siapa pun yang dianggap mengancam eksistensi Barat. Negara-negara itu kemudian difasilitasi dengan berbagai banyak hal untuk memerangi kelompok kelompok yang dinilai mengancam keberadaan Amerika dan Barat.

Sayangnya, ujar Daming, petinggi-petinggi negara tidak menyadari sepenuhnya bahwa itu adalah bagian dari taktik dari pihak pihak tertentu untuk menjerumuskan negara ini berbenturan dengan rakyatnya sendiri demi mensukseskan proyek raksasa hegemoni Barat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMold migrateSaharuddin Daming
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB: Stop Agresi Militer ke Libya!
Tulisan selanjutnya Kode E pada Makanan = Babi?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?