Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarawan UI: Mbah Priok Bukan Seorang Dai

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 30 April 2011 08:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejarawan Universitas Indonesia (UI), JJ Rizal menyangsikan bila Hasan bin Muhammad Al-Hadad atau populer disebut Mbah Priok adalah seorang juru dakwah, seperti yang dianggap sebagian kalangan masyarakat.

 “Mbah Priok sebagai pedagang. Mbah Priok bekerja di sebuah kapal yang melayari antara Palembang dan Bangka Belitung,” jelas Rizal seusai mengisi “Seminar Tradisi Ziarah dalam Masyarakat Indonesia” di Auditorium Syahida Inn Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Kamis (28/4) siang.

Rizal mengungkapkan pada tahun1927 Mbah Priok berlayar ke Jakarta. Kedatangannya ke Jakarta adalah untuk berziarah ke makam kramat Luar Batang. Tetapi, kata Rizal, sebelum kapal yang ditumpanginya melepas jangkar di Tanjung Priok, Mbah Priok meninggal dunia.

“Kapal yang ia tumpangi mendarat di pelabuhan Tanjung Priok, bukan di pasar ikan. Kalau pun dibilang Mbah Priok merupakan asal usul dari penamaan Tanjung Priok , fakta sejarah membuktikan itu suatu hal yang mustahil. Pada 1880-an itu pembangunan Tanjung Priok sebagai pelabuhan sudah dilakukan. Dan namanya sudah Tanjung Priok,” ungkapnya.

Mbah Priok kemudian dimakamkan di TPU Pondok Dayung. Setelah itu dipindahkan ke TPU Dobo. Dan pada 21 Agustus 1997 dipindahkan ke TPU Semper. Kemudian, oleh ahli waris nisan Mbah Priok yang berada di TPU dipindahkan kembali ke lahan eks TPU Dobo. Eks TPU Dobo itu direncanakan untuk terminal peti kemas.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lalu bagaimana dengan ggapan masyarakat bahwa makam Mbah Priok merupakan makam yang kramat? Rizal menjelaskan peristiwa bentrokan 14 April 2010 memilik andil besar mengangkat pamor Mbah Priok.” Setelah peristiwa itu Mbah Priok yang awalnya sebagai tokoh biasa menjelma sebagai tokoh kramat. Jadi orang biasa menjadi orang kramat,” katanya.

Padahal, lanjut Rizal, nama Mbah Priok sama tidak ada dalam peta sejarah ulama-ulama yang berperan besar dalam pengembangan dakwah Islam di tanah Betawi.

Menurut Rizal mitos makam kramat Mbah Priok ini memang sengaja diciptakan. “Nah, ini penyimpangan-penyimpangan historis yang sengaja dibuat, direkayasa sedemikian rupa. Ini kebohongan publik yang banyak menipu dan menyesatkan pandangan masyarakat tentang ketokohan orang yang disebut Mbah Priok itu,” kata Rizal.

Lebih lanjut Rizal memberikan bukti otentik yang terdapat dalam peta tempat-tempat suci di Batavia terbitan tahun 1823. Dalam peta itu tidak disebut makam Mbag Priok. Kemudian empat tahun kemudian, pada terbitan kedua juga tidak disebut makam Mbah Priok.

“Jadi, makam Mbah Priok itu bukan makam suci yang memang historis dan terkenal di Batavia. Bukan makam yan dianggap masyarakat memiliki karomah,” tandasnya.

Sementara, terkait ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bekerjasama dengan Madani Institute telah menerbitkan sebuah buku yang berjudul, “Kasus “Mbah Priok”: Studi Bayani wa Tahqiq Terhadap Masalah Makam Eks TPU Dobo”. Dalam buku setebal 174 halaman itu terungkap fakta-fakta baru tentang Mbah Priok. Salah satunya seperti yang disebutkan olah JJ Rizal, yakni MUI lebih melihat almarhum Mbah Priok sebagai pelaut Palembang yang shaleh daripada sebagai dai yang menyebarkan Islam di tanah Betawi.

Sengketa makam Mbah Priok yang melibatkan ahli waris dengan pengelola pelabuhan Tanjung Priok memang sudah berlangsung lama. Persoalan ini mengakibatkan terrjadinya bentrokan warga dengan aparat Satpol PP pada 14 April 2010. Sedikitnya tiga anggota Satpol PP tewas dan puluhan warga luka-luka.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tren Wanita Yahudi Bercadar Bikin Rabi Panik
Tulisan selanjutnya Khatib Maroko Kecam Pelaku Bom Bunuh Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?