Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Desakan Menghentikan Pengiriman TKW Ke Luar Negeri Menguat

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2011 10:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Kasus hukuman mati TKI di Arab Saudi mengundang berbagai pihak untuk mendesak pemerintah segera mengentikan pengiriman TKW keluar negeri. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menilai, pengiriman TKI pekerja rumah tangga ke Arab Saudi harus dihentikan secara total dan tidak hanya ke Arab Saudi, namun juga ke negara-negara di Timur Tengah lainnya.

“Pengiriman TKW ke luar negeri ini kebijakan yang harus dihentikan sama sekali bukan hanya sementara,” tegas Jimly seusai diskusi akademik bertajuk “Rekonstruksi Pemikiran Hukum di Indonesia” di Universitas Padjajaran, Bandung, Kamis (23/06/2011).

Menurutnya, pengiriman TKW bidang PRT adalah perbudakan dan bisa dikategorikan dengan penjualan manusia.

“Jadi kita harus larang trafficiking, terutama kepada negara yang mempraktikkan perbudakan gaya baru,” sebut mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini.

Selain itu, kata Jimly, perlindungan terhadap TKI tidak mungkin diwujudkan tanpa perjanjian antarnegara. Permasalahannya, kesepakatan perlindungan TKI dengan negara-negara Timur Tengah sulit terwujud karena struktur kehidupan dan budaya di sana sangat tertutup.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pemerintah Indonesia, lanjut Jimly, sebenarnya sudah mengetahui kendala tersebut, namun belum ada langkah konkret untuk mengantisipasinya.

“Dari dulu kita tidak bisa ikut campur terhadap hukum yang berlaku untuk melindungi TKW di sana,” tukasnya.

Lebih lanjut, Jimly menyarankan agar pemerintah jangan sekadar menggunakan logika devisa atau ekonomi dalam pengiriman TKI. Sebab, ada pertimbangan lain yang sangat penting, yaitu persepsi dan harga diri bangsa.

Dia mencontohkan, di Malaysia banyak sekali pembantu rumah tangga asal Indonesia. Karena banyaknya, bayi-bayi di Malaysia banyak yang lahir dan langsung berkenalan dengan PRT asal Indonesia.

“Jadi persepsi generasi yang baru terhadap Indonesia adalah pembantu,” tuturnya.

Maka, kata Jimly, pemerintah sebagai pemegang kewenangan politik bisa menentukan intersave. “Pemerintah harus berani mengambil keputusan melarang pengiriman PRT ke Malaysia,” tegasnya.

Usulan serupa juga datang dari anggota Komisi I DPR RI Effendy Choirie. Menurutnya, untuk mencegah tidak terulanganya penyiksaan yang berujung kepada hukuman mati terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) maka pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang tidak berketerampilan harus dihentikan sama sekali.

“Kalau istilah moratorium itu rakyat tidak paham, semua pengiriman tenaga kerja yang tidak pakai skill itu dihentikan secara total,” kata usai diskusi dalam seminar nasional tentang terorisme di Jakarta, Kamis.

Effendy tidak memasalahkan TKI yang berkeahlian seperti pekerja rumah sakit dan kilang minyak. “Tapi TKW pekerja rumah tangga harus diberhentikan total, baik ke Malaysia, Arab Saudi dan Timur Tengah.”

Ia menilai negara gagal total dalam melindungi tumpah darah Indonesia, karena hukum nasional gagal melindungi dan tidak menjangkau para TKI yang bermasalah hukum di tempatnya bekerja, misalnya Arab Saudi.

Sebelumnya, mantan Wakil Presiden RI H.M. Jusuf Kalla juga ikut memberikan solusi kepada pemerintah agar tidak lagi mengirim tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dengan cara membangun infrastruktur pembangkit listrik agar industri masuk ke Indonesia.

JK, begitu panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa dengan berkembangnya industri, maka hal itu akan menyerap tenaga kerja. Pernyataan JK ini disampaikan usai menghadiri peringatan Milad ke-57 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis, 23 Juni 2011.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karzai: Sikap AS Lebih Mirip Penjajah Daripada Teman
Tulisan selanjutnya LIPI: Konsumen Produk Halal Meningkat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?