Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Rabbani: Afghanistan Bukan Negara Asal Terorisme

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 20 Juli 2011 06:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan Presiden Afganistan Burhanuddin Rabbani menegaskan, Afghanistan bukan negara asal terorisme dan tidak pernah melakukan aksi terorisme.

“Terorisme, termasuk di Indonesia, tidak datang dari Afghanistan. Mujahidin justru melawan terorisme,” tandas Rabbani di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa (19/7).

Rabbani mengemukakan hal itu saat bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri menyampaikan hasil Forum Konsultasi untuk Perdamaian di Afghanistan yang digelar PBNU selama dua hari di Jakarta.

Rabbani mengatakan, selama berperang melawan Uni Soviet dulu, Mujahidin tidak pernah meledakkan kedutaan besar maupun melakukan penculikan terhadap warga negara musuhnya itu.

“Masyarakat Afghanistan justru menjadi  korban dari terorisme itu sendiri,” kata Rabbani yang kini memimpin Komisi Perdamaian untuk Afghanistan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dikatakannya, gerakan terorisme bukan lahir dari kelompok agama tetapi dilakukan kelompok anti-Islam, dalam hal ini intelijen, yang ditujukan untuk menjelekkan citra Islam.

“Saya pastikan hal ini bersumber dari intelijen. Gerakan ini untuk menjelekkan citra Islam,” kata Rabbani.

Alasan memerangi terorisme, kata Rabbani, digunakan pihak Barat untuk mengirim militer ke Afghanistan. “Kami juga tak menghendaki kekuatan asing datang ke Afghanistan. Itu bukan atas permintaan rakyat Afganistan,” tandasnya.

Hal sama terjadi di Indonesia. Dalam banyak kasus terasa merupakan upaya untuk menyudutkan umat Islam.

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas, Minggu (17/7) menyatakan, kasus Komando Jihad (KJ) skenario awalnya isu ancaman komunisme di Vietnam terhadap stabilitas Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Sebagai antisipasi, para operator intelijen mendesain KJ, dengan merekrut para mantan anggota Darul Islam (DI) dan ditunjuk pimpinannya H. Ismail Pranoto (Hispram). Belakangan diketahui, KJ dan misinya diskenario oleh Ali Murtopo.

Kemudian KJ direkayasa sebagai organisasi yang mengancam keamanan nasional dengan isu KJ bermaksud akan mengganti Pancasila dengan mendirikan negara Islam, pemerintah yang sah sebagai thogut, sebagai jalan mendapatkan dana dilakukan fa’i atau perampokan dari harta orang-orang kaya. “Teroris sekarang ada kesamaan isunya,” ujar dia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi Penyiaran Belum Penuhi Harapan Masyarakat
Tulisan selanjutnya Tentara Yaman Berupaya Rebut Kota Zinjibar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Berita
21 Juli 2026 19:48
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?