Hidayatullah.com–Bank Indonesia mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai maraknya peningkatan uang palsu saat Ramadhan dan Lebaran. Untuk itu diimbau menukarkan uang langsung ke bank.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadhi Mitroatmodjo mengatakan, apabila penukaran uang pecahan langsung dilakukan di bank lebih aman, karena uang tersebut dipasok dari bank sentral.
“Kalau menukarkan uang di perbankan saja. Saya yakin 100% uangnya asli dari BI,” ujarnya dalam konferensi pers persiapan uang menjelang Ramadhan dan Lebaran, Kamis (28/7).
Direktur Direktorat Peredaran Uang BI Mohammad Dahlan menjelaskan, bank sentral sendiri masih sulit mendeteksi peredaraan uang pada saat menjelang hari raya. Pasalnya tak memiliki data bulanan.
“Data per bulannya itu memang sulit, apakah setiap puasa ada uang palsu atau tidak ada uang palsu. Trennya agak sulit, tapi sebenarnya substansinya menukar di bank itu tentunya lebih aman dibandingkan transaksi dengan yang lain,” tuturnya.
Dia mengutarakan hingga Mei 2011 peredaran uang palsu mencapai 57.380 lembar atau ada 6 lembar uang palsu per 1 juta lembar. Menurut dia, angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan tren tahun sebelumnya.
“Pada 2011 periode Januari-Mei terjadi penurunan karena 2010 Januari-Mei itu mencapai 70.104 lembar atau 7 lembar uang palsu per 1 juta lembar,” ungkapnya.
Pecahan yang paling banyak dipalsukan hingga Mei 2011, terbesar pecahan Rp100.000 sebanyak 33.272 lembar atau mencapai 57,99% dari total uang palsu. Kemudian terbesar kedua adalah Rp50.000 sebanyak 20.217 lembar atau 35,23% dari total uang palsu.*