Hidayatullah.com–Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyuarakan keprihatinan dengan semakin meluasnya kasus korupsi. Terlebih lagi, kini banyak pemuda yang telah terseret praktik korupsi.
Ketua KNPI Ahmad Doli Kurnia, menyatakan, kasus M Nazaruddin adalah contoh bahwa korupsi yang menjangkiti pemuda sudah begitu parah. “Kasus Nazaruddin dan beberapa nama yang terindikasi saat, ini adalah orang-orang muda,” kata Doli di Jakarta, Minggu (31/7).
Menurut Doli, kasus korupsi memang menambah panjang daftar persoalan yang dihadapi anak-anak muda Indonesia saat ini. Sebab, selama ini kaum muda identik dengan persoalan tawuran, premanisme, terorisme, gerakan radikalisasi atau penyakit sosial lainnya. “Tapi sekarang bertambah pula dengan korupsi,” ulasnya.
Padahal, kata Doli, anak-anak muda yang mendorong reformasi 1998 justru menyuarakan perlunya pemotongan generasi. Namun kini, justru kaum muda yang mengusung reformasi dan meminta pelaku korupsi zaman orde baru dihukum, malah mulai ikut-ikutan korupsi.
“Tapi coba lihat yang terjadi sekarang ini. Ternyata penyakit-penyakit politik itu sudah pula menjangkiti dengan stadium yang tinggi pada politisi dan pemimpin muda saat ini,” ulasnya.
Ditambahkannya pula, KNPI yang pada 23 Juli lalu ini memasuki usia ke 38 juga dihadapkan pada persoalan yang semakin beragam.
Menurut Doli, dinamika politik nasional ternyata tidak dibarengi dengan kepemimpinan yang kuat dan efektif. Selain itu, sistem politik dan demokrasi tidak dibarengi dengan kepastian hukum.
Namun yang lebih disayangkan lagi, pihak-pihak yang terlibat di dalam huru-hara politik saat ini sebagian besar adalah anak-anak muda. Doli pun menyebut Indonesia saat ini tengah mengalami pandemik politik. “Bagi kita anak muda, seharusnya mempunyai kegelisahan yang sangat terhadap situasi saat ini,” ucapnya.
Karenanya Doli mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk bangkit lagi melawan politik uang, korupsi, dan kolusi demi masa depan bangsa. “Karena itu harus dibangun kesadaran kolektif baru bagi seluruh pemuda Indonesia, bahwa kita harus hati-hati terhadap setiap godaan penyakit-penyakit. Ternyata penyakit itu (korupsi) bisa menghidap siapa saja, tua, muda, laki, perempuan, semuanya bisa,” pungkasnya.*