Hidayatullah.com–Jihad harta dan jihad nyawa ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Tafaqquh Study Club Ustadz Dr Musthafa Umar Lc MA dalam bedah buku ”Dahsyatnya Jihad Harta” karya Dr Nawwaf Takruri di Masjid Agung Annur Pekanbaru Rabu (17/08/2011).
Mustafa juga mengutip buku yang mengulas kisah-kisah menyentuh ‘mujahid harta’ yang menginfakkan hartanya di negeri-negeri Islam.
”Ada pernyatan menarik di dalam buku ini yakni jihad harta adalah saudara kandung dari jihad jiwa. Sehingga keduanya tidak bisa dipisahkan,”ujarnya.
Menurut Musthafa, buku ini, memberi motivasi kepada umat Islam untuk berjihad dengan harta. Diungkapkan, para sahabat Rasulullah dulu berjuang membela Islam dengan melakukan jihad harta dan jiwa.
”Keluar dari majlis ilmu (bedah buku, red) ini hendaknya terbangun idealisme. Ada sikap yang sikap jelas. Jangan membantu musuh dengan membeli produksi mereka, jangan kerjasama dengan musuh,” lanjut doktor tafsir dari Universitas Malaya Malaysia ini.
Sementara itu hadir pula sebagai pemateri di majlis ini adalah penyunting buku tersebut Dzikrullah W Pramudya. Ia menjelaskan buku ini secara garis besar menjelaskan jihad harta sebagai bagian dari menjalankan perintah Allah, jihad harta sebagai prasyarat bagi kejayaan Islam serta sebagai dukungan terhadap saudara-saudara Muslim di Palestina dan belahan bumi lain yang saat ini sedang berjihad baik harta maupun nyawa.
Bagian lain buku ini menjelaskan tentang upaya-upaya musuh-musuh Islam yang berjuang dengan harta untuk membangun proyek kebatilan.
”Mereka bersungguh-sungguh berjihad dengan harta untuk masuk neraka, masak kita tidak mau berjihad dengan harta untuk meraih syurga,” ujar aktivis Sahabat Al-Aqsha itu.
Sahabat Al-Aqsha adalah jaringan silaturahim keluarga-keluarga Indonesia-Palestina yang mendukung perjuangan kemerdekaan Masjidil Aqsha dan Palestina. Lembaga ini melaksanakan proyek kemanusiaan sejak 2007.
Dalam kesempatan tersebut Dzikrullah juga menjelaskan tentang pentingnya jihad harta bagi membantu perjuangan saudara-saudara muslim di Palestina.
Hal senada disampaikan Dr Musthafa Umar. ”Persoalan palestina ini bukan persoalan nasionalisme, tapi persoalan aqidah, persoalan umat Islam. Dalam sebuah hadis juga disebutkan siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia bukan bagian dari kaum muslimin itu,” katanya.
”Dahsyatnya Jihad Harta” ini merupakan buku yang keduabelas dari empat belas buku yang dibedah selama Ramadhan ini di Masjid Agung Annur Pekanbaru.
Sejak tiga tahun terakhir, Tafaqquh Study Club setiap tahun menyelenggarakan bedah buku-buku keislaman di Masjid Agung Annur.
Dua buku yang akan dibedah adalah “Rasulullah is My Doctor” karya Jerry D Gray dan “Kunci Abadi Menangkis Pemurtadan Berwajah Islam” karya Insan Mokoginta.
Sementara itu buku-buku yang telah dibedah selama Ramadhan ini adalah “Huru Hara di Hari Kiamat” karya Abdul Malik Ali-Kulaib, “Manajemen Umur Seorang Muslim” karya M Hamid Sarhan “Mutiara Ramadan yang Terabaikan” karya Ibnu Rajab Al Hambali, “Kiat Mendidik Anak Perempuan” dalam Islam karya M Shubhi Sulaiman, “Beginilah Cara Mengamalkan al-Quran” karya Jabir Asysyaal.
Sementara itu buku yang langsung dibahas para penulis dan penerjemah yakni “30 Fatwa Seputar Ramadan” terjemahan Ustadz Abdul Somad Lc, MA, “Rekonstruksi Kebahagiaan dan Kepribadian” karya Dr Khairunnas Rajab, “Rahasia Bugar dan Sehat Saat Haji dan Umroh” karya Dr dr Syarief Hasan SpRM, “Apapun Masalahmu Tersenyumlah” karya Alwi Alatas MA.
Para pembedah buku yang turut serta dalam kegiatan ini adalah Ustad Muhammad Ridwan Hasbi Lc, MA, Ustad Muhammad Abdih Lc MA, Syamsuddin Muir Lc, MA, Masriadi, Lc MA, Jamaluddin Lc MA, dr Farid Alwi, Zul Ikromi Lc, Akhyar Rifqy Lc.*/idris, Pekanbaru
Keterangan Foto: Dr Musthafa Umar Lc, MA (tengah) didampingi moderator Afdal SThI (idris)