Hidayatullah.com–Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Jawa Timur, Sudarno Hadi menegaskan, kasus bom yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jalan Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah, Ahad, 25 lalu sangat kental nuansa pengalihan isu. Hal itu ia simpulkan karena kondisi politik yang kurang bersahabat dengan “Jakarta”.
“Seperti kita ketahui, kasus pengeboman kerap kali terjadi ketika elit-elit politik dan pemerintah sedang dilanda kasus besar, seperti korupsi,” katanya kepada hidayatullah.com usai menghadiri rapat di MUI Jatim.
Karena itu, ia menduga, sangat mudah dinalar jika kasus-kasus seperti tidak lain hanya pengalihan isu saja.
“Setidaknya, ketika bom meledak, kasus Nazaruddin tertutupi, dan itu akan begitu seterusnya” terangnya lagi.
Lebih jauh, ia menjelaskan, sejak Susilo Bambang Yudoyono menjabat Presiden, belum terlihat ada kasus yang bisa diselesaikan. Selama ini, terkesan mengambang dan tidak ada titik temunya.
“Kasus Ambon pun hingga kini belum diselesaikan dengan baik. Katanya di sana telah kondusif. Padahal, jelas-jelas kondisi di sana masih tegang dan telah menelan korban yang tidak sedikit,” jelasnya.
Karena itu ia meminta agar pihak melakukan pengalihan isu itu cepat bertobat.
“Bertobatlah. Jangan korbankan rakyat lagi,” pintanya.
Selain itu, Sudarno juga meminta agar masyarakat tidak ikut emosi dan terprovokasi. Masyarakat juga diminta agar lebih selektif dalam mengomsumsi berita. Sebab, menurutnya, dalam memberitakan, tak sedikit media yang mendapat pesanan.*