Hidayatullah.com– Umat Islam secara khusus di Indonesia didorong untuk meningkatkan pembangunan industri pangan yang halal dan baik (thayyib). Demikian salah satu harapan dari aktivis pegiat halal, Hadi Winarto.
“Diharapkan umat Muslim Indonesia bisa lebih peduli dalam upaya membangun industri pangan halalan thayyiban,” ujar Ketua Perkumpulan Masyarakat Peduli Pangan Halal Thayyib dengan penuh semangat di Jakarta dalam rilisnya diterima redaksi, Sabtu (13/04/2019).
Harapan itu disampaikan menyambut peluncuran buku Muslimin Vietnam dan Industri Halalnya yang ditulis oleh Dr Marissa Grace Haque.
Buku tersebut dinilai sangat penting dan ditunggu oleh kalangan akademisi dan para pelaku usaha, mengingat masih sedikitnya literatur tentang halal. Buku ini merupakan hasil karya keduanya setelah buku yang berjudul Jawa dan Halal di Thailand.
Wakil Direktur LPPOM MUI Oesmena Gunawan mengapresiasi terbitnya buku tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap industri halal Indonesia.
“Dan berharap dengan adanya buku ini semakin banyak umat Islam yang peduli terhadap industri halal dan sertifikasinya,” ujarnya dalam sambutannya pada acara seminar dan peluncuran buku Muslimin Vietnam dan Industri Halalnya di Auditorium Indonesia Banking School, Jakarta (12/04/2019).
Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat yang peduli terhadap industri halal di Indonesia.
“Buku ini membuka wawasan umat Islam Indonesia agar peduli terhadap industri halal, karena agama Islam saat ini merupakan agama terbesar kedua di dunia yang sangat membutuhkan perhatian umat Islam Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,” ujar Marissa dalam presentasinya.
Buku tersebut mendeskripsikan tentang pasar industri halal yang kini semakin dilirik dan diminati oleh berbagai negara di dunia, di antaranya negara Vietnam yang berupaya memasuki ceruk pasar tersebut.
Hal ini pun menjadi angin segar bagi Muslimin Vietnam karena dapat menjadi peluang untuk turut berkontribusi, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Vietnam yang sedang berlari kencang.
“Keberadaan industri halal di Vietnam juga menguntungkan Muslimin lain di dunia karena dapat memfasilitasi mereka dalam memperoleh produk dan jasa yang halal ketika berkunjung ke Vietnam,” tambah ibu yang juga aktif sebagai dosen ini.
Diketahui, seminar ini berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh para pesertanya yang begitu banyak. Lewat acara ini, antara lain dipaparkan tentang kontribusi apa saja yang telah dilakukan oleh minoritas Muslimin Vietnam, dalam meningkatkan industri halal di Vietnam dan bagaimana pertumbuhan ekonomi negara Vietnam.
Juga mengenai apa saja yang dapat dikolaborasikan dan dialiansikan bersama oleh Indonesia dan Vietnam terkait sertifikasi halal. Bahkan, peserta seminar juga dapat mengetahui sejarah singkat perjalanan Muslimin di negeri yang terkenal dengan ideologi komunisnya itu.
Marissa, selain kesibukannya sebagai dosen Indonesia Banking School, ia juga aktivis masyarakat ekonomi syariah dan aktivis ikatan ahli ekonomi Islam.
Marissa juga aktif menjadi peneliti dan penggiat halal dengan memberikan 2 karya tulisnya tersebut.
Perkumpulan Masyarakat Peduli Pangan Halal Thayyib yang diketuai oleh Hadi Winarto telah mengukuhkan Marissa sebagai Duta Masyarakat Peduli Pangan Halal Thayyib atau disingkat dengan Duta Manthab.*