Hidayatullah.com–Aksi-aksi penindasan rezim Buddha-Thailand terhadap umat Islam di selatan negeri tersebut terus berlangsung dan kian menjadi-jadi. Akses informasi dari kawasan tersebut dibatasi ketat oleh pemerintah pusat di Bangkok.
Demikian diutarakan oleh Abu Jihad, dari Badan Penerangan Dewan Syura Pimpinan Organisasi Pembebasan Patani Bersatu (PULO) kepada wartawan di Gedung Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, (08/12/2011), di Jakarta, kemarin.
Abu Jihad yang datang bersama lima rekannya dari pengasingan mengatakan, pemerintahan baru rejim Thai pimpinan Yingluck Chinawatra malah menambah personel militer di Patani.
Padahal, pada masa kampanye Yingluck dan partainya Phuea Thai berjanji akan mengurangi tentaranya di wilayah-wilayah penduduk Melayu. Mereka juga menjanjikan pekerjaan bagi penduduk setempat.
Namun sejak Yingluck naik tahta sebagai perdana menteri 6 Agustus 2011 lalu, pemerintahan darurat militer masih diteruskan, pasukannya pun ditambah.
“Perampokan, pemboman, penembakan terhadap Muslim Melayu terus
berjalan. Juga pemerkosaan terhadap anak-anak kemudian mereka dipaksa memakai narkoba,” kata Abu Jihad.
Ditanya tentang apa bantuan yang paling relevan dari masyarakat Indonesia saat ini untuk Muslim Patani, Abu Jihad menjawab, “Beasiswa”. Katanya, akses Muslim Patani untuk pendidikan yang berkualitas sangat terbatas. apalagi untuk mendapatkan pendidikan Islam yang baik.*
Foto: diambil dari eramuslim