Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kronologis Ajaran yang Dibawa Tajul Muluk Sejak 2006

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2012 18:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Berbeda dengan temuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya tentang rincian kasus Syi’ah di Sampang, Madura, dalam kasus konflik bermuatan agama ini, para ulama setempat justu punya catatan lebih rinci.

KH. Ali Karrar Sinhaji, Pimpinan PP Daruttauhid, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan Madura membuat catatan rincian dan kronologis kejadian masalah sebelum meledak kasus yang dimuat berbagai media massa akhir-akhir ini.

Kronologis kejadian ditulis semenjak tahun 2006, lengkap beserta 22 bentuk ajaran yang didakwahkan hingga membuat warga sekitar resah.

Laporan ini sekaligus membantah temuan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya yang telah dimuat di berbagai media massa bahwa ada provokasi sistematis yang dilakukan tokoh agama.

“Padahal, yang terjadi sebaliknya. Kerusuhan terjadi setelah adanya ajaran yang meresahkan warga yang didakwahkan Tajul Muluk setelah kembalinya dari Iran,“ jelas Kiai Haji Ali Karrar kepada hidayatullah.com, Selasa (03/02/2012).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Seringnya terjadi bentrok membuat ulama turun tangan untuk mengantisipasi masalah membantu pemerintah. Di antaranya mendatangkan Tajul serta memintanya kembali ke ajaran yang benar.

Peran ulama ini dilakukan jauh sebelum adik Tajul Muluk, Ra’is Hukama keluar dari Syi’ah. Namun karena dalam banyak kesepakatan Tajul Muluk dinilai sering ingkar, maka kalangan ulama akhirnya pasrah.

“Karena semua itu seluruh kejadian yang terkait dengan bentrok antara NU Sunni dan Tajul cs, kami para ulama sudah tidak ada urusan,” tambahnya.*

Di bawah ini adalah kronologis kejadian Syi’ah di Sampang semenjak 2006 versi ulama.

Kami Ulama Pesantren Madura mulai mengetahui dan menangani kesesatan Tajul Muluk cs. Sejak tahun 2006, di mana sebelum itu ketika Moh. Ra’is adik Tajul Muluk masih satu kubu dengan Tajul mendakwahkan faham ajarannya dikalangan Masyarakat Karanggayam dan Blu’uran yang mayoritas NU Sunni, sehingga membuat masyarakat resah.  Akibat ajarannya itu, maka sering terjadi bentrokan dengan masyarakat yang akhirnya masyarakat melaporkan kepada kami dengan membawa 22 tuduhan kesesatan Tajul-Ro’is. [bac: Ulama Beberkan 22 Ajaran yang Meresahkan]
Maka kami mengumpulkan Ulama Pesantren dari empat Kabupaten di Madura dan ditempatkan dirumah Alm. H. Sya’bi tepatnya pada tanggal 20-2-2006 dan hadir pula H. Fadlilah Budiono (Bupati sampang saat itu) serta Bpk. Imron Rosyidi (Ket. Depag saat itu) dengan agenda “Klarifikasi tuduhan-tuduhan tersebut kepada yang bersangkutan”, hadir pada waktu itu Tajul Muluk bersama kawan-kawannya dengan membawa beberapa kitab rujukannya, dan pada waktu itu kami sodorkan 6 perjanjian, maka Tajul muluk meminta waktu untuk berfikir dan siap menjawab pada pertemuan selanjutnya.
Setelah berapa hari dari pertemuan itu kami mengutus sebagian kiai yang diketuai KH. Abd. Wahhab Adnan bersama dengan MUI Sampang pada masa itu KH. Mubassyir dan Kapolsek Omben menemui Tajul cs. di Masjid Landeko’ Karanggayam di tempat kediaman kakek Tajul (KH. Ac. Nawawi) untuk membujuknya agar menerima 6 perjanjian dari ulama tersebut, dan Alhamdulillah dia menerima.
Kemudian kami mengadakan pertemuan susulan tepatnya pada hari Ahad 27 Muharram 1427 H. / 26 Februari 2006 M. yang dihadiri semua yang hadir pada pertemuan pertama untuk mendengarkan jawaban Tajul cs. Namun yang bersangkutan tidak mau hadir, maka majelis pertemuan mengeluarkan surat pernyataan melepas diri dari urusan Tajul dan menyerahkan kepada aparat yang berwajib serta tidak bertanggung jawab atas segala apa yang akan terjadi. 
Di lain kesempatan, MUI Sampang bersama Ketua PCNU Sampang, Ketua DPRD Sampang, Depag Sampang, KA Bakesbangpol Sampang, dan para Ulama Sampang telah mengadakan pertemuan dengan Tajul cs. tepatnya pada 26 Oktober 2009 di PP. Darul Ulum Gersempal Omben.
Dan pada hari Senin 11 April 2011 M / 07 J. Ula 1432 H. kami mendapatkan undangan dari Kapolres Sampang untuk menemui Mabes Polri dengan rombongan, dan menghasilkan kesepakatan sebagai berikut:

Tajul muluk cs. harus angkat kaki dari Madura
Tidak menyebarkan fahamnya di kalangan masyarakat di Madura
Semua pengikutnya harus kembali bergabung dengan majelis ta’lim NU Sunni untuk dapat dibina kembali

Sekian rincikan kronoligis ini kami sampaikan, terimakasih atas segala perhatian

ttd,

Abuya Ali Karrar Sinhaji
Pimpinan PP Daruttauhid, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrateSyiah Sampang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Malaysia Tangkap 4 Orang Terkait Kepala Babi di Masjid
Tulisan selanjutnya Pergantian Tahun dengan Daurah Tsukuba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
3 September 2026 19:12
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?