Hidayatullah.com—Wakil Presiden Boediono Senin (16/01/2012) membuka pertemuan tahunan Dewan Pangan Halal Dunia atau Meeting World Halal Food Council (WHFC) di Jakarta.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan, dalam pertemuan World Halal Food Council ini akan dibicarakan berbagai masalah strategis dalam penciptaan produk halal, sehingga umat Muslim tidak mengkonsumsi produk yang tidak berkomponen atau diproses dalam kategori halal.
“Harus ada standar halal yang sama, yang bisa diterima oleh semua pihak yang berbeda-beda pendapat. Oleh karena itu, penerapan standar halal harus didasari oleh prinsip kehati-hatian, sekaligus prinsip moderat yang tidak kaku namun juga tidak terlalu longgar,” katanya.
Di Indonesia, prinsip halal tersebut sudah diterapkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Ma’ruf mengatakan, standar standar halal dunia juga akan mengadopsi standar yang dikembangkan LPPOM MUI.
Direktur LPPOM MUI yang juga Ketua World Halal Food Council Lukmanul Hakim mengatakan, saat ini lembaga yang dipimpinnya sudah meluncurkan buku pedoman halal sebanyak 13 seri, mulai dari pedoman pemotongan hewan yang halal, pedoman pemilihan bahan baku halal, dan proses lainnya.
“Pedoman ini bisa menjadi rujukan untuk standar internasional,” katanya, dalam pemberitaan laman Bisnis.
Wapres mengemukakan, Dewan Pangan Halal Dunia harus terus melakukan kajian dalam penerapan, pengawasan, serta sosialisasi tentang produk-produk halal untuk mewujudkan standar halal yang berlaku umum di dunia.
“Dengan demikian dapat tercipta ketenangan dan keamanan bagi umat Muslim dalam mengkonsumsi produk-produk halal berdasarkan syariat Islam,” katanya.*