Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mafia Anak Ancam Korban Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Januari 2005 20:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Belum reda tangisan saudara-saudara kita di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akibat gempa Tsunami, sejumlah kelompok yang ditengarai sebuah jaringan mafia sedang berkeliaran di tempat pengungsian dan pos-pos penampungan. Mereka diduga sedang mengincar anak-anak korban musibah Aceh yang kini telah kehilangan ayah-ibu dan sanak-keluarganya.

Isu ini mencuat setelah Raja, salah satu dari sekian banyak anak yang menjadi korban keganasan Tsunami dimuat SCTV Minggu, (2/1) kemarin. Raja, tiba-tiba menjadi rebutan antara pengurus ‘Aceh Sepakat’ yang mengurusi kedatangan warga Aceh di Medan dan orang yang mengaku sebagai keluarganya. Rebutan anak ini berhasil diredam oleh satuan tugas dari TNI Angkatan Udara yang segera menyelamatkan Raja.

Raja yang kehilangan kedua orang tua dan adiknya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan, untuk mendapat perawatan. Selain menderita luka memar, kondisi Raja juga sangat lemah akibat kurang makan setelah gempa dan badai Tsunami. Bocah yang terakhir tinggal di Desa Merduadi, Lorong Cempaka, Aceh Kota, ini selamat dari amukan Tsunami karena tersangkut di pohon.

Menurut petugas Pos Koordinasi Pengungsi ‘Aceh Sepakat’, pihaknya mempertahankan Raja karena sudah 60 anak hilang dari posko. Diduga mereka dibawa atau diculik oleh orang yang mengaku keluarganya. Modus seperti ini sangat mungkin terjadi karena banyaknya orang yang mengaku mencari anggota keluarganya.

Peristiwa terbaru ini tak urung dikeluhkan berbagai pihak. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault, kepada wartawan saat menghadiri acara Festival Nasyid untuk Aceh di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/1) petang mengatakan, pihak pemerintah perlu melakukan langkah serius untuk melindungi anak-anak korban bencana Alam dari mafia perdagangan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menteri Sosial (Mensos) Bachtial Chamsyah bahkan mengatakan setiap orang yang ingin mengadopsi anak Aceh harus atas persetujuan Menteri Sosial atau Dinas Sosial. Lebih jauh, untuk sementara, menurut Mensos, pengadopsi anak Aceh haruslah orang Aceh sendiri.

“Tapi ini bukan harga mati, “ujar Mensos kepada para wartawan di Pos Penannggulangan Bencana Alam Sumut Banda Aceh di Pangkalangan TNI AU, medan (2/1) kemarin.

Untuk melindungi nasib anak-anak ini, Mensos Bachtiar Chamsyah, minta aparat kepolisian untuk menangkap orang-orang yang kedapatan memperjual-belikan anak korban bencana di Aceh. “Untuk itu saya minta pihak kepolisian untuk menangkap orang yang memperjual-belikan anak khususnya anak-anak korban bencana alam di NAD yang sudah tidak memiliki orang tua dan saudara lagi, “ ujar Mensos.

Untuk itu, untuk melindungi anak-anak Aceh, pihak Mensos kini bekerjasama dengan LSM ‘Aceh Sepakat’ melakukan penampungan anak-anak di Medan. Untuk sementara, mereka kini ditampung di penampungan Panti Asuhan Jalan Pancing Medan.

Ke Jakarta

Sementara itu, kemarin Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) melaporkan 70 orang anak-anak korban bencana Aceh akan dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Mereka akan dirawat di beberapa rumah sakit seperti RSPAD Gatot Subroto, RS Islam Jakarta Utara, RS Islam Jakarta, RS Islam Pondok Kopi, RS Ridwan Meireksa, RS Pondok Indah dan RS Metropolitan Medical center (MMC). Hingga berita ini diturunkan anak-anak korban bencana Aceh tersebut belum mendarat di Jakarta.

“Kami belum mendapat kabar lagi apakah mereka sudah diterbangkan dari Aceh. Kita di Jakarta siap memberikan pertolongan medis untuk mereka,” terang Dr. Robert Imam Sutedja, Ketua Kompartemen Umum dan Humas PERSI pada Indopos Minggu (2/1).

Selain melalui PERSI, hari Minggu ini sekitar 100 anak akan tiba di Jakarta dan langsung ditampung di Yayasan Fajar Hidayah, Kota Wisata Cibubur. Namun hingga pukul 20.00 WIB Minggu malam, pihak Yayasan mengaku masih menunggu kedatangannya. “Ya kami sedang menunggunya, “ ujar Ny. Draga Rangkuti saat dihubungi Hidayatullah.com melalui telepon. Menurut Rangkuti, untuk masalah ini, pihaknya telah bekerjasama dengan Mer-C, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), dan PKS.

Kabarnya, hingga kini masih ada sekitar 300 anak-anak korban Aceh yang masih terkatung-katung di pos penampungan di Medan.

Mencermati keadaan terbaru ini, Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Hussein Umar menghimbau berbagai organisasi Islam untuk bekerjasama dan berkoordinasi mengantisipasi keadaan ini. “Rencananya, Senin besuk kami akan rapat masalah itu, “ ujarnya pada Hidayatullah.com. (dtc/kcm/sctv/els/ant/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Akan Menanggung Biaya Hidup Korban Aceh
Tulisan selanjutnya Rasulullah dan Intelijen yang Berakhlaq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?