Hidayatullah.com — Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (APKASI) Isran Noor, mengatakan peradaban Islam itu adalah munculnya akhlakul karimah dalam diri setiap muslim. Hal tersebut sebagaimana hakikat kehadiran Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam yang diutus sebagai penyempurna akhlak manusia.
“Kita lihat saja akhlak kita kepada Allah, lalu bagaimana akhlak kita terhadap sesama, apakah sudah sesuai dengan syariat Islam atau belum. Inilah tugas utama kita semua sebagai muslim,” kata Isran Noor dalam acara dialog nasional digelar PW Hidayatullah Sulawesi selatan bekerjasam dengan Inisiasi di Makassar, Senin (05/03/2012).
Oleh karena itu, kata Isran, kita butuh ilmu agar tidak tersesat. Sebab ilmu itu adalah cahaya. Dan Rasulullah telah menegaskan bahwa siapa ingin dunia maka harus dengan ilmu, siapa yang ingin akhirat harus dengan ilmu, dan siapa ingin keduanya juga harus dengan ilmu.
Senada dengan itu, Direktur Institute For Islamic Civilization Studies and Development (Inisiasi) Suharsono, menukaskan bahwa satu-satunya paradigma yang bisa mengangkat derajat bangsa Indonesia adalah paradigm Islam. Bukan kapitalisme atau pun sosialisme.
Hal ini bisa dikaji secara objektif berdasarkan pada komparasi sejarah yang pernah eksis dalam beberapa abad yang lalu. Kapitalisme atau sosialisme, dikatakan Suharsono, pada hakikatnya adalah sama-sama berpijak pada pandangan materialisme yang sangat kuat yang selanjutnya menegasikan tuhan.
“Paradigm Islam adalah paradigma yang menekankan pada upaya transformasi nilai-nilai tauhid dalam seluruh aspek kehidupan. Sehingga setiap Muslim akan terdorong untuk menjadi pelaku-pelaku peradaban,” ujar Suharsono.
Inti dari peradaban sendiri, lanjut dia, adalah implementasi nilai tauhid dalam keseharian. sehingga kalau ingin memberantas korupsi bukan dengan semata-mata renumerasi, tapi dengan penguatan tauhid dalam diri. Demikian juga dengan bidang-bidang lainnya.*
foto: ilustrasi