Hidayatullah.com — Menteri Agama Suryadharma meminta agar Bahasa Indonesia dipergunakan dalam papan pengumuman atau rambu-rambu petunjuk bagi jamaah haji yang tersebar di tanah suci, seperti di kawasan Arafah, Mina dan Muzdalifah. Hal itu mengingat jamaah haji Indonesia sebagai jamaah terbesar di dunia.
Permintaan ini telah disampaikan kepada Menteri Haji Arab Saudi Dr. Bandar bin Mohamed Hajjar. “Jumlah jamaah Indonesia terbesar di dunia, baik jamaah umrah maupun haji. Karena itu petunjuk atau rambu-rambu di tanah suci bisa mempergunakan Bahasa Indonesia,” kata Menag Suryadarma kepada pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, usai tiba dari kunjungan kerja di Arab Saudi, belum lama ini dikutip laman resmi Kemenag.
Ia juga mengungkapkan, Arab Saudi tengah melakukan pembongkaran gedung-gedung di sekitar Masjidil Haram, menyebabkan pemondokan yang dekat dari masjid ini makin sulit diperoleh.
Walau demikian, aku dia, Kementerian Agama berupaya jarak terjauh pemondokan jamaah haji adalah 2.500 meter dari Masjidil Haram, meski terjadi pergeseran titik acuan jarak dari Masjidil Haram ke pemondokan jamaah.
“Titik start di halaman terakhir Masjidil Haram bukan dari Ka’bah, karena pelebaran Masjidil Haram yang sangat luas sehingga batas ini terjadi bergeseran,” katanya.
Menag juga mengatakan, pada musim haji tahun ini Kemenag akan memberi prioritas bagi jamaah usia lanjut.
“Diharapkan pada tahun ini, jamaah haji di atas usia 80 tahun sudah tuntas. Nanti pada tahun 2013 kalau ada calon jamaah yang berusia di atas 80 tahun bisa berangkat pada tahun itu juga,” ujarnya.
Dari 1,7 juta daftar tunggu jamaah haji Indonesia, menurut Menag, calhaj usia lanjut di atas 60 tahun sebanyak 289 ribu orang.*