Hidayatullah.com–Ormas Front Pembela Islam (FPI) menggelar syukuran pembatalan konser Lady Gaga di kantor mereka, Petamburan, Jakarta, Minggu (3/6/2012).
Menurut Ketua Umum ormas Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, acara tersebut bentuk rasa syukur dengan gagalnya kemaksiatan yang berpotensi terjadi jika konser dilaksanakan.
Bagi Rizieq, tak ada seorang pun yang bisa menjamin Lady Gaga tidak akan mengumbar syahwat atau melakukan pornografi dan pornoaksi jika konser itu jadi digelar.
Hal itu terbukti dengan dilanggarnya kesepakatan bersama saat Lady Gaga menggelar konser di Manila, Filipina, pada 21 Mei 2012. Karenanya, ia menyesalkan sejumlah pejabat yang sempat mewacanakan Lady Gaga bisa melaksanakan konser asal mengenakan kebaya.
“Siapa yang berani jamin Lady Gaga enggak copot kebaya di atas panggung? Jadi, jangan konyollah. Enggak sekalian saja Lady Gaga pakai kebaya, pakai kerudung, megang rebana,” ujar Rizieq usai acara syukuran, seperti dimuat Tribunnews.
Penyesalan sekaligus kritik Rizieq juga dialamatkan ke Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)n Djoko Suyanto, yang sempat melontarkan kata ‘Emang gue pikirin (EGP)’ saat menyikapi ormas Islam yang menolak Lady Gaga.
Dalam pandangan Rizieq, ucapan Menko Pollhukam seperti itu sama saja mengatakan, yang mau berzina silakan, yang tidak mau berzina juga silakan.
“Ini tidak pantas diucapkan oleh pejabat negara. Itu sama saja seperti ucapan germo di sarang pelacur. Saya sesalkan saat adanya demo aspirasi umat Islam, saya dengar beliau mengatakan ke wartawan, Emang gue pikirin,” kata Rizieq.
Rizieq juga mengkritik dan prihatin dengan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak tegas saat kontroversi konser Lady Gaga ini muncul ke permukaan.
“Saya prihatin benar dengan cara SBY memimpin negeri ini. Urusan Lady Gaga saja yang sebenarnya cukup di Polda dan Polri, tapi justru di bawa ke sidang kabinet, belum lagi dialog yang menguras energi. Ini seperti kucing kawin. Kan kucing kalau kawin sekampung ikut ramai,” sindirnya.
Rizieq berharap SBY belajar menjadi seorang negarawan sejati. “Kami doakan agar SBY bisa menjadi negarawan, agar bangsa ini punya martabat,” imbuhnya.*