Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

ACT Masih Dipersulit Masuk ke Kamp Rohingya

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 2 Agustus 2012 11:51
Bagikan
Selain ACT, masih terdapat 3 NGO yang diipersulit masuk ke Kamp Pengungsi Rohingya
Bagikan

Hidayatullah.com–Hari keempat sejak pemberangkatan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT)  saat ini masih kesulitan untuk bisa menembus ke pengungsi di perbatasan. Hal ini disebabkan sikap represif baik dari militer Myanmar di perbatasan maupun pemerintah di wilayah di Cox’s Bazar Bangladesh. Kabar ini disampaikan Tim ACT, Andhika P Swasono yang tengah berusaha mencari jalan masuk.

“Kita masih kembali ke Cox’s Bazar, agak sulit untuk masuk ke perbatasan karena pemerintah setempat sangat represif,” jelas Andhika P Swasono saat berkomunikasi via telpon dengan hidayatullah.com dari Bangladesh.

Menurut Andhika, saat ini selain ACT, terdapat 3 non-governmental organization (NGO) yang diipersulit untuk bisa masuk ke Kamp Pengungsi Rohingya. Baik yang ada di Kutapalung terlebih yang ada di perbatasan Myanmar-Bangladesh.

“Akses kami ditutup oleh pemerintah daerah di Cox Bazar,” jelas Andhika.

ACT sendiri terus memikir jalan-jalan alternatif dan cara lain untuk bisa menembus ke Kamp pengungsi Rohingya untuk membawa bantuan amanah sandang, pangan hingga kesehatan dari Rakyat Indonesia. ACT menargetkan Teknaf, Kutapalong hingga perbatasan Myanmar-Bangladesh sebagai tujuan penyaluran amanah keumatan ini, jelas Andika.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Peran Andhika sendiri menjadi sangat vital, karena jika dia berhasil menembus ke kamp pengungsi, akan menjadi kunci penting bagi kemudahan tim kedua ACT yang akan diberangkatkan sebelum Idul Fitri 2012.

Tim kedua ini nanti akan terdiri para dokter yang akan mengawal kebutuhan kesehatan pengungsi Rohingya.

Bangladesh Acuh

Sementara itu, Perdana Menteri Bangladesh Syekh Hasina dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera English Channel menyatakan bahwa pemerintahannya tidak bertanggung jawab atas tragedi pembantaian etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

Dia menyatakan bahwa permasalahan tersebut adalah masalah internal Myanmar dan Bangladesh tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi pemerintahan Myanmar.

Sementara itu, di sisi lain, pemerintahan Bangladesh sendiri hingga hari ini selalu mengusir balik para pengungsi Rohingya yang datang menggunakan perahu untuk kembali ke laut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ustadz Mawardi Mendadak Haji
Tulisan selanjutnya Jangan Samakan Uang Korupsi dengan Ghanimah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?