Hidayatullah.com — Setelah sepekan menyelenggarakan sekolah darurat, anak-anak yang ada di tempat pengungsian Lhoknga mulai dibangunkan sekolah semi permanen. Konsep ini merupakan kerjasama Hidayatullah dengan ITS. Sedangkan pembangunannya disponsori oleh Emotional Spiritual Quotient (ESQ).
Dalam kerjasama ini Hidayatullah sebagai penyelenggara pendidikan, ITS sebagai konseptor konstruksi sekaligus sebagai supervisor sedangkan ESQ sebagai penyandang dana. Sebagaimana diketahui ITS menggagas bangunan anti gempa semi permanen yang bahan bakunya dari kayu.
Hal itu disampaikan oleh Wibowo, Sekjen DPP Hidayatullah dalam kunjungannya ke tempat pengungsian Lhoknga, Rabu (19/1/05). Sekolah itu akan dimulai pembangunannya hari Kamis (20/1/05).
Menurut Wibowo untuk sementara jumlah lokal yang akan dibangun dibangun sebanyak 14 lokal. Lokal yang akan dibangun ini akan digunakan sekolah untuk SD, SMP dan SMA.
“Untuk sementara tiga lokal selanjutnya akan dipenuhi menjadi 14 lokal sampai memenuhi kebutuhan 30 lokal,” katanya. Sebagaimana yang dilakukan selama ini penyelenggaran sekolah darurat di Posko Pengungsi Hidayatullah murid-muridnya digabung. Kelas 1-2 satu kelas, kelas 3-4 satu kelas, kelas 5-6 satu kelas. SMP satu kelas, SMA satu kelas. “SD masuk pagi, sedangkan SMP dan SMU masuk siang.” Penggabungan kelas ini akan berlangsung hingga minggu kedelapan.
Pasca minggu ke delapan penyelenggaraan sekolah dilakukan secara normal. Hal ini bisa dilakukan karena pada minggu kedelapan penambahan tiga lokal berikutnya akan selesai.
Menurut Wibowo, pembangunan enam unit kelas yang masing-masing kelas berukuran 6 X 6 ini diperkirakan menghabiskan biaya sekitar 70 -80 juta rupiah. (Har)