Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

“Aisyah (r.a.) Terus Difitnah dan Dilecehkan Syiah”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2012 07:35
Bagikan
“Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah”?
Bagikan

Dalam rangka menjernihkan permasalahan Syiah di Indonesia dan simpang-siurnya berita di media massa selama ini, Redaksi hidayatullah.com menurunkan tulisan berseri tentang fakta dan data Syiah di Indonesia yang dirujuk pada buku-buku dan penerbitan Syiah di Indonesia. Selamat membaca. 
***

MESKI berulang kali menyatakan cinta damai dan bersaudara dengan kaum Ahlus Sunnah, tetapi kaum Syiah di Indonesia terbukti sulit melepaskan diri dari budaya caci maki, laknat, dan fitnah. Bahkan, ironisnya, tuduhan-tuduhan keji tak henti-hentinya ditujukan kepada istri Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam, Aisyah r,a.,  yang sangat dihormati kaum Muslimin, sepanjang zaman.

Tahun 2007, Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur – berdiri sekitar tahun 1700 M – mengeluarkan sebuah buku berjudul “Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah”?  Salah satu beratnya menjalin ukhuwah antara Sunni-Syiah, menurut buku ini, adalah karena kaum Syiah melanggengkan kecaman terhadap para sahabat Nabi. Padahal, al-Quran sendiri menjelaskan:

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaannya…” (QS al-Fath: 29).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Buku Sidogiri itu juga mengkritik sebuah penerbitan Syiah di Jakarta (2004) berjudul Keluarga Suci Nabi: Tafsir Surat al-Ahzab ayat 33, yang mengutip kata-kata Aisyah r.a. yang – katanya — memerintahkan agar Utsman bin Affan dibunuh. Konon, menurut buku terbitan Syiah ini, Aisyah r.a. pernah berkata: “Bunuhlah nu’tsal (si tua Yahudi, maksudnya adalah Utsman), semoga Allah membunuhnya.”
Dalam buku  “Dialog Sunnah – Syiah”  karya  Syarafuddin al Mushawi, terbitan Mizan (cetakan pertama, 1983), juga dimuat tuduhan bahwa Aisyah r.a. telah berbohong karena menceritakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam meninggal di pangkuannya, sehingga didoakan oleh penulisnya,  mudah-mudahan Allah memberikan ampunan untuk Aisyah r.a.:  “Oh…., semoga Allah mengaruniakan ampunan-Nya bagi Ummul Mu’minin! Mengapa ia, ketika menggeser keutamaan ini dari Ali, tidak mengalihkannya kepada pribadi ayahnya saja! Bukankah yang demikian itu lebih utama dan lebih layak bagi kedudukan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam daripada apa yang didakwahkannya? Namun sayang ….., ayahnya – waktu itu – bertugas sebagai anggota pasukan di bawah pimpinan Usamah bin Zaid, yang persiapannya telah diatur dan ditetapkan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam.; dan pada saat itu sedang berhenti dan berkumpul di sebuah desa bernama Juruf!” (hal. 353).

Di buku ini juga dimuat cerita bohong tentang provokasi Aisyah terhadap masyarakat dengan  memerintahkan mereka agar membunuh Utsman bin Affan.  Kata buku ini, Aisyah r.a. pernah mengatakan: “Bunuhlah Na’tsal, karena ia sudah menjadi kafir!” (Na’tsal adalah orang tua yang pandir dan bodoh). (hal. 357). Di halaman yang sama, dimuat satu syair yang mengecam Aisyah r.a.:

“Engkau yang memulai, engkau yang merusak
Angin dan hujan (kekacauan)
Semuanya berasal darimu
    Engkau yang memerintahkan
    Pembunuhan atas diri sang Imam
    Engkau yang mengatakan
    Kini dia sudah kafir.”

   
Semasa hidupnya, Aisyah r.a. sendiri telah membantah fitnah yang ditujukan beliau. Aisyah r,a, tidak pernah menulis surat yang ditujukan kepada penduduk Mesir agar mereka membunuh Utsman r.a.  Membaca kisah ini, tampaknya ada yang menfitnah Aisyah r.a. dan merusak masyarakat Muslim.   (Sumber: Tarikh Khalifah bin Khayyath, hal. 176 & Tarikh al-Madinah, Ibn Syabbah 4:1224. Semua ada dalam Tahqiq Mawaqif al-Shahabah fil-Fitnah, karya Dr. Mahmud Umahzun, dar thayba, Riyadh, cet. I,  1994, vol.2/29-30. Data: Buku Fitnah Maqtal Utsman, karya Dr. Mhmmad al-Ghabban, Maktabah Obeikan, Riyadh, cet. I, 1999).

Banyak hadits Nabi yang menunjukkan betapa tingginya keutamaan yang dimiliki istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam tersebut.  Misalnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam pernah berkata kepada Ummu Salamah: “Janganlah kamu menyakiti aku dengan menyakiti ‘Aisyah. (HR. Bukhri). Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam pernah berpesan kepada Fatimah: “Wahai  putriku, apakah engkau mencintai apa yang aku cintai? Fatimah menjawab; Ya.”  Maka beliau Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Cintailah ini –maksudnya ‘Aisyah-”. (HR. Bukhari).

Dalam kitab Muqaddimah Qanun Asasi,  hal.7,  KH  Hasyim Asy’ari – pendiri NU — menyatakan, orang atau kelompok yang mengecam para sahabat Nabi adalah termasuk ahli bid’ah dan sesat.  Kyai Hasyim juga mengutip beberapa hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam tentang kecaman terhadap orang yang mencaci sahabat-sahabat beliau, seperti sabda beliau Shallallahu ‘alaihi Wassalam:  ”Janganlah kau menyakiti aku dengan cara menyakiti ‘Aisyah”. “Janganlah kamu caci maki sahabatku. Siapa yang mencaci sahabatku, maka dia akan mendapat laknat Allah Subhanahu Wata’ala, para malaikat dan sekalian manusia. Allah tidak akan menerima semua amalnya, baik yang wajib maupun yang sunnah”.  Juga hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam:  “Apabila telah nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”, demikian pesan KH Hasyim Asy’ari.

Ya…  mencaci maki Presiden saja  dimasukkan dalam kategori  tindak kejahatan (pidana). Bagaimana jika yang dicaci-maki adalah sosok-sosok yang sangat mulia dan sangat dihormati dan dicintai kaum Muslimin? (bersambung).* []

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 4 Cara Mengelola Sebuah Konsesus dalam Berjama’ah
Tulisan selanjutnya Beginilah Jika Ruwaibidhah Bicara Terlalu Banyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?