Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Beginilah Jika Ruwaibidhah Bicara Terlalu Banyak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 September 2012 07:53 7:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2012 07:53
Bagikan
Bagikan

BEBERAPA hari terakhir, selain masalah film penghinaan Nabi, kasus terorisme mencuat lagi. Seorang tokoh yang namanya kembali menjadi rujukan media massa jika kasus seperti ini mencuat. Semua kamera wartawan tertuju padanya ketika aksi teror kembali terjadi di beberapa lokasi di zamrud khatulistiwa ini. “Wajar saja. Namanya juga tim penanggulangan teror, kerjanya kalau teror sudah terjadi, baru tuding sana tuding sini,” ujar sebagian orang yang sinis. “Namanya juga penanggulan kasus gan, bukan pencegahan. Kalau ada kabar buruk untuk elite pemerintahan, maka buru-buru tanpa dinyana berita terorisme menjulang, menimbun berita korupsi pejabat,” ujar yang lain.

Sudah begitu, yang buat miris adalah pernyataan-pernyataannya yang sudah berulangkali melukai hati umat Islam. Sebelum ini, ia menuding banyak tempat ibadah dan universitas yang telah dikooptasi kaum radikalis. Ia pernah menjelaskan, kampus juga menjadi sasaran empuk untuk proses regenerasi apa yang dia sebut sebagai kaum radikalisme. Mbai menjelaskan hasil penelitiannya, “Banyak tempat ibadah yang dikooptasi kaum radikal. Kampus juga kewalahan radikalisme di kampus”, ujarnya.

Ia juga menuduh bahwa 86% mahasiswa di 5 universitas kenamaan di Pulau Jawa tidak lagi menerima Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, katanya.

Tak kunjung berhenti, ia juga menuduh para siswa menengah ke atas serta Rohis juga menjadi sasaran ‘ekstremis’. Mendengar paparan semacam ini tentu membuat gerah umat Islam.

Saya sendiri yang dulu semasa SMA aktif di Rohis merasa difitnah dengan pernyataan semacam ini. Kegiatan di Rohis jelas bermanfaat. Tidak pernah mengajarkan kekerasan dan terorisme. Justru kita diajari untuk berkasih sayang dan berakhlak mulia kepada siapa saja, bahkan kepada orang kafir sekalipun. Begitupun di kampus, sewaktu aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK), tak sedikitpun ada doktrin kekerasan untuk memusuhi kalangan non Muslim atau penguasa. Yang kita perangi itu kebathilan. Kalau ada kasus korupsi kita demonstrasi. Kalau bangsa Palestina dizalimi oleh Zionis Israel, kita gelar aksi solidaritas. Karena Zionis itu jelas biang teror dan kita bangsa Indonesia -sesuai konstitusi- anti terhadap terorisme dan penjajahan di atas dunia.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Yang paling mutakhir, ide nya menggulirkan wacana sertifikasi terhadap para da’i dan ulama.

Siapa sih umat Islam yang tidak tersinggung jika agamanya dilecehkan begini. Tak heran kalau kemudian MUI dengan tegas menolak wacana nyeleneh tersebut. Ketua Komisi Fatwa MUI, KH. Ma’ruf Amin menegaskan predikat ulama didapat dari pengakuan masyarakat, bukan pemerintah. Seseorang disebut ulama jika diakui masyarakat. “Untuk apa sertifikasi seperti ini? Sertifikat ulama ini dari masyarakat, bukan dari pemerintah. Jadi, tidak perlu sertifikasi seperti itu,” jelasnya, Sabtu (8/9/2012).

Kiai Ma’ruf, sapaan akrabnya, justru mempertanyakan efektifitas institusi pemerintah yang menanggulangi kasus terorisme. “MUI menganggap sudah ada institusi pemerintah yang menanggulanginya. Tapi saya tidak tahu institusi itu sekarang efektif atau tidak,” sindir Kiai Ma’ruf.

Sementara itu, tokoh FPI menilai saat ini BNPT sudah kebablasan. Mereka dinilai tidak paham kesucian agama Islam dan tidak tahu kemuliaan ulamanya. “BNPT ingin memposisikan Islam dan ulamanya sebagai musuh, sehingga mereka ingin punya justifikasi dan legitimasi untuk “mengerjai” Islam dan ulamanya,” ujarnya

Oleh sebab itu Habib Rizieq menyerukan agar segenap komponen ulama menolak keras usulan gila dan edan BNPT itu. Jika BNPT menjadikan Islam dan ulama sebagai musuh, dia juga menyerukan umat Islam untuk melakukan perlawanan. “Saya serukan segenap ulama untuk menolak keras usulan gila dan rencana edan tersebut.”

Lucu. Sedih. Tragis. Beginilah kalau ruwaibidhah sudah bicara. Inilah salah satu tanda akhir zaman.

Apa itu ruwaibidhah?

Imam Ibnu Majah meriwayatkan dalam Sunan-nya. Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata, Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata, Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah). Wallahu a’lam.*/Anugrah Roby Syahputra, penulis adalah Ketua Divisi Kaderisasi Forum Lingkar Pena Aceh, bergiat juga di Lingkar Studi Ulee Kareeng (eLSUKa)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Aisyah (r.a.) Terus Difitnah dan Dilecehkan Syiah”
Tulisan selanjutnya Kang Jalal Bantah Dakwah Syiah Menghujat Sahabat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam

Berita
12 September 2026 17:00
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang

Terbaru

  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?