Hidayatullah.com–Protokol Anti Penistaan Agama yang digagas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus didorong menjadi sesuatu yang kongkrit. Sangat percuma bagi SBY jika gagasan baik ini hanya sebuah strategi pencitraan di hadapan umat Islam. Pernyataan ini disampaikan Ketua Taruna Muslim, Alfian Tanjung SBY.
Menurutnya, ide SBY itu sangat baik jika benar-benar direalisasikan. Masalahnya, ia punya catatan jika sebelum ini SBY justru dikenal ‘the good boy’ Amerika.
“Tahun 2005 SBY pernah bilang bahwa negara kedua dirinya adalah AS,” jelas Alfian Tanjung kepada hidayatullah.com di sela-sela kegiatan Forum Kajian Sosial Kemasyarakatn (FKSK) Di Radio Dakta Bekasi, ahad (30/09/2012) kemarin.
Dari situ, Alfian menilai gagasan tersebut harus benar-benar diperjuangkan secara serius oleh pemerintah.
Jika memang pemerintah berdiri sebagai pembela izzah umat Islam, maka gagasan protokol tersebut harus bisa dibawa hingga ke ranah penerapan hukum international.
Alfian menilai jika ide protokol hanya sebuah wacana, maka ini tidak lebih dari sebuah lip service untuk sebuah proses pencitraan SBY. Mengingat masa kepresidenan SBY sudah masa akhir jabatan. Sementara selama masa pemerintahannya SBY banyak mengecewakan umat Islam.
Jika SBY bisa membuktikan secara serius, setidaknya jabatannya dinilai akan berakhir dengan baik.