Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah akan “Perangi” Film-film tak Berkualitas

Thoriq
Terakhir diupdate:
Thoriq
Dipublikasikan 8 Oktober 2012 12:14
Bagikan
Salah satu film horor Indonesia yang dianggap tak mencerdaskan
Bagikan

Hidayatullah.com–Film merupakan ekspresi budaya yang membangun karakter bangsa. Lantaran itu, Wakil Menteri Pendidikan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti menabuhkan genderang perang terhadap produksi film-film murahan banyak beredar di bioskop di Tanah Air beberapa waktu terakhir.

“Film-film yang membodohkan masyarakat dan membuat bangsa ini dianggap bangsa primitif oleh bangsa lain karena tidak mampu membuat film dengan baik. Padahal begitu banyak ide-ide yang bisa digali tentang toleransi kearifan lokal, yang jujur dan benar akan memenangkan kehidupan. Film dapat menjadi media strategis untuk mentransformasikan inspirasi bagi generasi muda,” katanya pada jumpa pers terkait penyelenggaraan Apresiasi Film Indonesia (AFI) di Jakarta dikutip Antara.

Wiendu meyakini film sebagai media strategis mentransformasikan inspirasi pada generasi muda. Lantaran itu, ia akan menekan lahirnya film-film murahan alias tak berkualitas, seperti mengumbar seks, komedi berbau pornografi, dan horor.

Untuk mendorong munculnya film berkualitas, Kemdikbud juga akan menggelar lomba Apresiasi Film Indonesia (AFI) yang mengangkat tema Nilai Budaya, kearifan Lokal dan pembangunan Kakarakter Bangsa.

“Kami ingin AFI menjadi ajang penyegaran dan pembelajaran sineas dan insan perfilman terhadap isi cerita untuk mengenalkan lebih dalam nilai-nilai toleransi, keberagaman, kearifan lokal dan Cinta Tanah Air sekaligus akan memperkuat peran Lembaga Sensor Film (LSF),” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia mengatakan lomba penulisan skenario film akan dibatasi untuk cerita anak, nasionalisme, dan kepahlawanan. Total hadiah penulisan skenario sejumlah Rp180 juta, di mana praktisi perfilman dan masyarakat umum pun dapat mengikuti.

Film yang dapat menjadi peserta diproduksi dalam kurun waktu dua tahun. Pendaftaran film dimulai pada 5 Oktober-27 Oktober, penjurian 29 Oktober–14 November, dan malam anugerah digelar pada 25 November mendatang.

Pemerintah juga akan menyebar luaskan film-film berkualitas untuk ditayangkan di kawasan 3 T (Tertinggal, Terluar, Terpencil) dengan program Fasilitasi Biora dan membeli lisensi film. Beberapa film termasuk kategori itu seperti Negeri 5 Menara, Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku, Sang Pemimpi, dan atau Ayat-Ayat Cinta. Kemdikbud akan memutar film-film unggulan itu dengan 20 mobil sinema ke kawasan 3 T.

Sementara itu, Wakil dari lembaga Sensor Film Nunus Supardi mengatakan film-film horor dan berbau kekerasan sebelum tahun 2010 dan jumlahnya mencapai lebih dari 100 film dengan berbagai judul ‘aneh-aneh.

“Kami memang termasuk bangsa yang memprihatinkan karena sedikit sekali menghasilkan film-film yang mengangkat tema kearifan lokal, kebudayaan bangsa yang kaya dan beragam. Kami harus belajar ke negara lain seperti India dengan industri film Bollywood, tentu saja Amerika dengan Hollywood dan bahkan dunia perfilman Nigeria sekarang maju melalui Nollywood,” katanya.

Film-film yang dihasilkan oleh tiga industri perfilman tersebut Hollywood, Bollywood dan Nollywood sebanyak 56 persen menggunakan bahasa lokal dan mengangkat tema-tema budaya lokal.

“Kalau orang kulit putih mempunyai gaya hidup dengan segala romantikanya kemudian dibuatkan film-nya agar bangsa-bangsa lain mengetahuinya dan bahkan kemudian ditiru menjadi trend seluruh dunia, justru India dan Nigeria cepat sadar dengan memproduksi film-film yang mengangkat tema lokal akhirnya juga dikenal ke seluruh dunia,” tambahnya.*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah 91 Korban Tewas, Amerika “Diseranng” Meningitis
Tulisan selanjutnya Keluarga Korban Mavi Marmara Menuntut Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?