Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Belum Punya Ulama Mumpuni dalam Konservasi Lingkungan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 26 November 2012 12:33
Bagikan
Dalam hadits-hadits dan fikih ada yang terkait dengan konservasi lingkungan
Bagikan

Hidayatullah.com–Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin sangat memandang penting keseimbangan alam, termasuk berbicara mengenai konservasi lingkungan. Demikian  disampaikan oleh Drs. Fachruddin Mangunwijaya M.Si., penggagas fikih lingkungan dan penulis “Menanam Sebelum Kiamat” saat menjadi narasumber seminar “Konservasi Dalam Perspektif Islam” yang diadakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Fachruddin,  ada empat pilar etika lingkungan dan konservasi Islam, Tauhid, Mizan (keseimbangan), Fitrah (nature, instinctive) dan Khalifah (pembawa amanah). Sebagaimana hal ini tercermin dalam ayat-ayat yang ada di dalam al-Qur’an, salah satunya adalah QS. Al-An’am ayat 38 dan QS. Ar-Rahman ayat 7.

Berbicara mengenai keseimbangan ini, ia menyayangkan banyak orang utan yang punah karena diburu dan dibunuh oleh manusia padahal orang utan tersebut menjaga keseimbangan alam dengan menyebarkan biji-biji pohon dari buah yang ia makan.

Ia menceritakan, saat akan terjadi tsunami di Aceh banyak binatang-binatang yang sudah menangkap sinyal-sinyal akan terjadinya bencana. Hal ini, katanya, sesuai dengan refleksi Ibn Taimiyah yang mengatakan, “Telah diketahui bahwa dalam makhluk-makhluk ini Allah menunjukkan maksud-maksud yang lain dari melayani manusia, dan lebih besar dari melayani manusia: Dia hanya menjelaskan kepada anak-cucu Adam apa manfaat yang ada padanya dan apa anugrah yang Allah berikan kepada ummat manusia.”

Fachruddin juga memaparkan instrumen-instrumen konservasi Sumber Daya Alam (SDA) dalam tradisi Islam yang terbagi menjadi enam, seperti (1) Ihya al-mawat, menghidupkan lahan yang terlantar dengan cara reklamasi atau memfungsikan kawasan tersebut agar menjadi produktif, (2) Iqta atau lahan yang diijinkan oleh negara untuk kepentingan pertanian sebagai lahan garap untuk pengembang atau investor, (3) Ijarah, sewa tanah untuk pertanian. (4) Harim, kawasan lindung, (5) Hima, kawasan yang dilindungi untuk kemaslahatan umum dan pengawetan habitat alami. (6) Waqaf, lahan yang dihibahkan untuk kepentingan publik (ummat).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ada perbedaan dimensi etika sekuler dan Islam mengenai konservasi lingkungan, ungkap Fachruddin, di mana nilai-nilai sekuler tanggung jawabnya kepada manusia dan Undang-undang.  Sedangkan Islam tanggung jawabnya kepada Allah.

“Dalam hadits-hadits dan fikih ada yang terkait dengan konservasi lingkungan. Kita mengumpulkan fikih yang terpinggirkan. Kita belum punya fuqaha (ahli hukum Islam) yang memang mumpuni dalam hal konservasi lingkungan ini,” ungkapnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seorang Pemuda Tewas Akibat Serangan di Kantor Ikhwanul Muslimin
Tulisan selanjutnya Anggaran Pergantian Kurikulum Pendidikan 171 Miliar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?