Hidayatullah.com–Koresponden Aljazeera melaporkan bahwa seorang pemuda dari kelompok Ikhwanul Muslimin tewas dalam serangan terhadap kantor Al Ikhwan al Muslimun di kota Damanhur.
Sementara itu, Presiden Mesir, Muhammad Mursy akan mengadakan pertemuan dengan Majelis Peradilan Tertinggi sebagai upaya untuk mengakhiri krisis akibat deklarasi konstitusi.
Seperti yang dilaporkan koresponden Aljazeera (26/11/12), bahwa seorang pemuda Al Ikhwan al Muslimun dan delapan belas orang lainnya luka-luka dalam serangan terhadap markas Ikhwanul Muslimin di kota Damanhur.
Beberapa sumber keamanan mengatakan bahwa para penyerang tak dikenal berusaha menyerbu markas Ikhwan dengan melempari batu dan bom molotov. Sementara itu pasukan keamanan terpaksa meluncurkan gas air mata untuk membubarkan mereka.
Sementara itu, Partai Kebebasan dan Keadilan milik Ikhwanul Muslimin mengatakan di dalam situs resminya, bahwa pemuda tersebut bernama Islam Fathi Mas’ud dibunuh oleh preman.
Pemuda ini merupakan korban tewas pertama sejak aksi protes terhadap deklarasi konstitusi yang dikeluarkan oleh Presiden Mursy beberapa hari lalu. Di Damanhur sendiri bentrokan antara pendukung dan penentang deklarasi konstitusi tersebut.
Di sisi lain, Presiden Mursy dijadwalkan akan bertemu dengan Majelis Peradilan Tertinggi guna menyelesaikan konflik ini.
Sebelumnya, pihak kepresidenan sendiri kembali menegaskan bahwa sifat deklarasi konstitusi tersebut hanyalah sementaral. Pihak kepresidenan juga mengajak semua kekuatan politik untuk berdialog.*