Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Perbedaan jadi Rahmat jika Menyangkut Furu’, bukan Ushul

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Desember 2012 09:54
Bagikan
Mengkuti Ahlul Bait yang benar adalah dengan cara tidak melanggar ketentuan al-Quran Sunnah
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim, MA mengatakan, perbedaan antara Sunni dan Syiah menjadi rahmat jika menyangkut persoalan furu’ (cabang), bukan ushul (pokok).

“Apakah kita akan menghormati kelompok yang mengklaim al-Quran tidak lengkap karena dirobah oleh Sahabat, menghina Sahabat  dan Ummul Mukminin, serta mengkafirkan kita jumhur Muslimin karena tidak meyakini prinsip kelompoknya?,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Rabu (12/12/2012).

Pernyataan ini disampaikan menanggapi pidato tunggal Ketua Dewan Syuro IJABI, Dr Jalaluddin Rahmat di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Selasa (11/12/2012) kemarin.

Dalam acara yang hadiri tidak kurang 100 orang mahasiswa, dosen dan staf pengajar UIN,  Jalaludin Rahmat, menyebutkan perbedaan Sunni dan Syiah sebagai sebuah rahmat.

“Perbedaan selalu ada, yang terbaik adalah saling menghormati, karena perbedaan adalah rahmat,” ujarnya dalam kuliah tersebut pada, Selasa 11 Desember 2012 di Ruang Teatrikal Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Jalal, salah satu yang menjadi perbedaan Sunni dan Syi’ah adalah dalam menyangkut pemahaman Sahabat Nabi (khulafa al-Rasyidin). Menurut dia, hal ini merupakan pilihan seseorang Muslim.

Apakah mau mengikuti Nabi dengan cara mencontoh/meyakini para sahabat Nabi tersebut, atau Ahlul Bait (Ali bin Abi Thalib, red). Itu merupakan pilihan, tergantung mau milih yang mana. Itu yang merupakan perbedaan yang menjadi rahmat, katanya. [baca: Jalal: Perbedaan Diharapkan jadi Rahmat]

Sebelumnya, KH Kholil Ridwan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam kegiatan Forum Indonesia Peduli Suriah di kantor DDII Jakarta Selasa, (11/12/2012) mengatakan antara Sunni dan Syiah memiliki perbedaan akidah.

Ia bahkan mengajak menggalakkan sosialisasi untuk menjelaskan perbedaan antara Sunni-Syiah.

“Jangan menyerah, teruskan perjuangan bongkar semua kesesatan Syiah,” ujarnya.

Kembali pada al-Quran-Sunnah

Selain itu menurut  Fahmi Salim,  konsepsi Sunni tentang Ahhlul Bait sangatlah komprehensif.  Menurutnya, dalam kitab-kita hadits Sunni cukup banyak diriwayatkan hadits-hadits dari Ali RA, Fatimah dan Ibnu Abbas dan isteri-istri Nabi. Bahkan riwayat dari Ali RA lebih banyak jumlahnya dari riwayat Abu Bakar RA dan Umar RA.

“Sanad-sanad yang sahih dari jalur keluarga Ali RA mudah dijumpai. Dan ingat, jalur sanad Qira’at Sab’ah yang mutawatir di kalangan Ahlus Sunnah melalui sanad Ahlul Bait ada 4 jalur sanad, baik Qiraat Hafs ‘an Ashim, Qiraat Abu ‘Amr dan Qiraat Hamzah Azzayyat yang jalurnya dari Ja’far Shadiq ‘an Muhammad Albaqir ‘an Ali Zaynul Abidin ‘an Alhusain ‘an Ali bin Abi Thalib RA.”

Sementara itu, konsepsi Syiah dinilai sangat reduksif dan rasis, karena hanya  Ali RA dan keturunanya dari jalur Husain saja. Lebih jauh Salim mengatakan,  seharusnya mengikuti Ahlul Bait yang benar adalah dengan cara tidak melanggar ketentuan al-Quran dan As Sunnah.

“Mengkuti Ahlul Bait yang benar adalah dengan cara tidak melanggar ketentuan al-Quran Sunnah. Jika paham Ahlul Bait  seperti penyimpangan yang mereka (kaum Syiah, red) yakini dan amalkan, maka itu tidak hanya membuat pilihan yang salah, tapi juga penistaan terhadap Ahlul Bait karena mereka tak pernah meyakini dan mengamalkan berbagai penyimpangan yang dialamatkan kepada mereka,” ujar alumni Universitas al Azhar Mesir ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:furu'old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menimbang Konfik Suriah dan Pelanggaran HAM
Tulisan selanjutnya Yang Shalih Beristighfar, Bagaimana Pendosa?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?