Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hadirkan Penulis Novel di Acara Muhasabah Birrul Walidain Santri Tahfidz

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Januari 2013 05:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– “Jangan pernah menyepelekan mimpi,’’ demikian wasiat Ahmad Fuadi, penulis novel “Negeri Lima Menara” kepada para santri penghafal Qur’an (Santri Tahfidz) di Kebon Maen Bocah, Desa Rawakalong, Gunungsindur, Bogor, Senin sore, 31 Desember 2012.

Santri-santri  yang berjumlah 30 anak itu berasal dari Rumah Tahfidz Al-Azmy Kampung Pondokmiri Bogor dan Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Ciledug, Tangerang. Didampingi para pembimbingnya, mereka mengikuti “Muhasabah Birrul Walidaini” yang menghadirkan pembicara Ahmad Fuadi, Ustadz Nanang Ismuhartoyo, dan Ustadz Rofiq Lubis.

Fuadi, sang penulis novel, mengungkapkan, ia sering menemui mimpinya jadi kenyataan. 

‘’Saya bersyukur, mimpi saya sering jadi kenyataan,’’ katanya.

Misalnya, ia pernah mimpi bermain di bawah hujan kapas putih. Bunga tidur ini benar-benar terwujud ketika suatu hari ia tengah berada di Washington DC, Amerika Serikat. 

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Saat itu, malam-malam, dari jendela rumah yang saya tinggali, tiba-tiba saya melihat hujan salju. Saya langsung lari keluar dan menengadah ke langit menyongsong jatuhnya butiran salju yang bagai kapas putih beterbangan,’’ tutur penulis yang pernah menerima 9 beasiswa pendidikan ini.

Pria yang juga pendiri “Komunitas Lima Menara” itu juga mengungkapkan, ketika berkunjung ke luar negeri dari Maroko sampai Yunani, di sana hampir selalu bertemu alumnus pondok pesantren seperti dirinya.

‘’Ketika di Moscow, Rusia, saya pikir hanya saya santri yang bisa sampai di situ. Ternyata saya bertemu anak pondok dari Indonesia juga di sana,’’ ujar suami Yayi sambil tertawa.

Dia bersyukur, semua itu merupakan berkah dari pesantren. 

‘’Saya sangat berterima kasih kepada Ibu, yang memaksa saya masuk pondok pesantren. Awalnya saya merasa terpaksa, karena waktu itu nilai sekolah saya bagus dan ingin masuk SMA, tapi malah disuruh melanjutkan ke pesantren,’’ tutur Fuadi yang alumnus Pondok Pesantren Darussalam, Gontor Ponorogo.

Satu nilai yang diperolehnya dari Pondok Gontor adalah pepatah ‘man jadda wa jada’ (siapa yang bersungguh-sungguh, akan kesampaian). Kalimat inilah yang kelak menginspirasi Fuadi untuk menulis Negeri Lima Menara. Novelnya meledak jadi best-seller dan bahkan diangkat ke layar perak, yang membawa Fuadi meraih semua mimpi.

‘’Tidak ada yang mustahil bagi Allah Subhanahu Wata’ala, apalagi sekadar mewujudkan mimpi-mimpi kita. Namun, pikiran dan perasaan kita sendiri yang suka memustahilkan diri kita, sehingga kita selamanya jadi pemimpi. Kita harus man jadda wa jada untuk meraih sukses!’’ Ahmad Fuadi menandaskan.

Ketika diminta Fuadi mengemukakan mimpinya, santri bernama Syauqi dari Pondokmiri menyatakan, ia ingin jadi Hafidz Qur’an dan penemu teknologi canggih.

Mengomentarinya, Fuadi mengatakan, ‘’Kita semua mengaminkan mimpi itu. Tapi adik harus punya gambaran, kira-kira dalam berapa tahun itu akan terwujud. Dua tahun ke depan, lima tahun ke depan?’’ 

Memberi jalan pada santri untuk meraih cita, pembicara selanjutnya Ustadz Nanang mengungkapkan, PPPA Daarul Qur’an mempunyai program beasiswa santri.

Kata Nanang yang Manager Program PPPA Daqu, ‘’Kalau adik-adik Rumah Tahfidz sudah hafal 5 juz Qur’an, insya Allah bisa masuk Pondok Pesantren Daarul Qur’an gratis. Atau jika sudah mencapai 3 juz, dapat melanjutkan sekolah dan nyantri ke Rumah Tahfidz Daarul Qur’an.’’

Usai berbuka puasa Senin, sholat maghrib berjamaah, makan malam, dan sholat Isya’, acara dilanjutkan dengan menyimak taushiyah birrul walidaini dari ustadz Yusuf Mansur.

Sebagai pengantarnya, Ustadz M Rofiq dari Badan Wakaf Al-Azhar menyampaikan, para santri harus berterima kasih kepada kedua orangtua masing-masing yang sudah melahirkan dan membesarkan mereka.

‘’Tanpa orangtua, kalian tidak akan pernah berada di sini,’’ tandas Ustadz Rofiq. Karena itu, sesuai ajaran Al Qur’an yang sudah dihafal, anak-anak harus berbakti kepada orangtua, baik yang masih hidup maupun sudah tiada.

Tangis para santri tak terbendung, ketika menyimak rekaman suara muhasabah birrul walidaini yang dibawakan Ustadz Yusuf Mansur. Iringan dar-der-dor suara petasan jelang tahun baru 2013 tak mampu menghentikan keharuan dan sesal mereka.

Di penghujung muhasabah, sejumlah santri langsung menubruk orangtuanya yang turut beserta mereka. Adam menangis sesenggukan dalam pelukan ayahnya. Azmiyah berlinang airmata dalam dekapan ibunya. Pun Fadlan dalam rengkuhan bundanya.

Jelang pergantian tahun terpatri dalam hati resolusi para santri Rumah Tahfidz tahun 2013: Lebih banyak menghafal Qur’an dan berbakti kepada orangtua.*/kiriman Nurbowo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratesantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Rilis Film Dokumenter Penawanan Gilad Shalit
Tulisan selanjutnya Hanya Sedikit Pemuda Berkerumun Peringati Tahun Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?