Hidayatullah.com—Nampaknya acara perhelatan Miss World 2013 yang akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jabar, pada 28 September 2013 akan menemui jalan terjal setelah sinyal Organisasi massa Islam se Kabupaten Bogor menolaknya.
“Atas nama Ormas Islam Bogor kami menolak acara ini di selenggaraan apalagi di Bogor,” demikian disampaikan Ketua MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim kepada hidayatullah.com, Kamis (11/04/2013).
Menurut Adam Ibrahim, hampir semua Ormas Islam di Kota Bogor tidak ada perselisihan menyangkut masalah ini. Mengingat acara seperti ini tidak ada banyak manfaat bagi kebaikan.
“Secara nasional kami menyeru pemerintah agar menolak acara ini. Namun jika dipaksakan, sebaiknya jangan di Bogor,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah pimpinan ormas Islam di Bogor menyatakan penolakannya terhadap rencana puncak acara kontes kecantikan Miss World 2013 yang dijadwalkan di Sentul International Convention Center (SICC), Kecamatan Babakan Madang.
Ormas Islam tetap menolak meski Pemkab Bogor akan mengajak diaolog dengan mereka agar kontes ratu sejagat itu tetap diselenggarakan di SICC.
u
Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bogor, Ustad Iyus Khaerunnas, dikutip Poskota juga tegas menolak ajakan Pemkab Bogor.
“Kami bermusyawarah demi kebaikan umat, bukan sebaliknya. Kami tidak rela penyelenggaraan acara ini digelar di Bogor, sebab tidak sejalan dengan budaya, adat istiadat dan keyakinan mayoritas masyarakat lokal beragama Islam,” katanya hari Rabu.
Bahkan Iyus akan mengajak masyarakat Bogor berdemo jika rencana tersebut tak dibatalkan.
Sedangkan Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Mukri Aji, mengimbau sebaiknya pemkab menolak Sentul dijadikan sebagai malam puncak Miss World itu. Ajang tersebut akan mencederai sikap optimisme dan nilai keislaman.
“Apalagi Kabupaten Bogor punya moto, Bumi Tegar Beriman yang harus kita jaga.” katanya.
Meski hampir semua Ormas Islam menolak, Wakil Bupati Bogor, Karyawan Fatrurakhman, masih akan mengajak berdialog semua Ormas Islam. Menurutnya, ajang Miss World bisa menjadi momen etalase potensi wisata budaya.
KH. Adam Ibrahim mengaku heran dengan pihak-pihak yang masih terkesan memaksakan diri.
“Lha acara yang jelas-jelas banyak madharatnya kok masih dipaksakan. Apalagi sudah tidak tepat dengan budaya kita. Jika begitu, jangan di Bogor, di tempat lain saja yang masyarakatnya menerima,” ujarnya kepada hidayatullah.com.*