Hidayatullah.com– Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, menegaskan bahwa dialog telah menjadi tradisi Arab Saudi layaknya telah dicontohkan Islam sejak berabad-abad lalu.
“Arab Saudi sangat terbuka untuk dialog demi kemaslahatan. Dengan landasan itu juga Pusat Raja Saudi menginisiasi terselenggaranya dialog internasional ini,” kata Dubes Mustafa dalam jumpa pers pra-seminar internasional UII-UIM dihadiri hidayatullah.com di Kantor Dubes Arab Saudi, Jalan MT Haryono Kap. 27, Cawang, Jakarta Timur, Jum’at (31/05/2013).
Seperti diwarta media ini, Universitas Islam Madinah (UIM) Saudi Arabia bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akan menggelar seminar ilmiah internasional di Jakarta yang dinisiatori “Khodimul Haramain” atau Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz.
Mustafa menjelaskan, dialog internasional yang akan digelar di Jakarta, Selasa, 4 Juni itu merupakan dialog antar agama dan kebudayaan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia. Ia juga menegaskan, bahwa acara itu tidak untuk menyamakan agama-agama sebagaimana dalam kerangka pluralisme.
“Acara ini bukan untuk mempersamakan agama, tapi dalam rangka menemukan kesamaan sosial untuk membangun tata hidup yang damai yang dilandasi atas nilai-nilai pluralitas, toleransi dan kemanusiaan,” tegas Mustafa.
Dialog bertaraf dunia ini, lanjut dia, ingin memberikan penegasan kepada dunia bahwa Islam adalah agama keselamatan dan agama dialog yang menutup semua agama langit (samawi) dengan membawa prinsip prinsip agung untuk kebaikan manusia.*