Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Diminta Berperan Aktif Bantu Krisis Timur Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 September 2013 07:15 7:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 September 2013 07:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Indonesia diharapkan bias membantu secara aktif krisis yang kini terjadi di Timur Tengah. Demikian salah satu kesimpulan  pengajian PP Muhammadiyah, hari Jumat (06/09/2013)  yang menghadirkan pengamat militer Prof. Dr. Salim Said serta Bekas Ketua BKSAP DPR RI Dr. H. Hidayat Nurwahid.

Acara yang bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, pengajian bertemakan “Krisis Politik Timur Tengah”, dibuka oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin dan dilanjutkan dengan tanggapan beberapa tokoh seusai pemaparan para pembicara. Mantan Menpora Era Gus Dur, Mahadi Sinambela, Politikus Partai Demokrat Ahmad Mubarok, politikus PPP KH Ali Hardi Kyai Demak, dan beberapa tokoh lain hadir dalam Pengajian ini.

 “Memang krisis di Timur Tengah, khususnya di Mesir, sarat akan kepentingan Barat, dalam hal ini Amerika Serikat. Beberapa Negara Islam pun, kini terpecah menjadi dua. Mau mendukung Mesir, atau mendukung Amerika,”ujar Din dikutip laman Muhammadiyah.

Disebutkan, Indonesia memang seharusnya bersikap jelas atas krisis tersebut. Indonesia harus memihak kepada kebenaran, dan tidak boleh diam. Pemerintah harus ambil bagian untuk membantu Mesir. Intinya harus berperan aktif.

“Pada beberapa kali pertemuan di luar Negeri, kami lakukan banyak pembahasan, agar bisa bantu stabilisasi politik di Timur Tengah. Banyak tokoh dunia, ingin membantu krisis itu. Kami tentu tidak ingin negeri  itu menjadi perang saudara berkepanjangan,”kata Din.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu Hidayat Nur Wahid mengatakan,  bahwa apapun yg terjadi di Timteng selama ini, sebenarnya adalah hanya untuk menjaga kepentingan Israel dan Amerika.

“Hal itulah yang kemudian menyebabkan banyak negara ribet. Kita yg berada di jauh, seharusnya lebih jernih. Harus banyak berperan. Tapi kenapa Indonesia tidak banyak berperan, ini akhirnya banyak memunculkan?”sergah HNW, panggilan akrab Hidayat Nur Wahid.

“Sekedar diketahui, sekarang sungguh yang kita hadapi adalah dilema. Umat ini dibuat tak ada Pilihan. Mau pake demokrasi atau tidak, dua-duanya akan dibabat saja oleh Barat. Ini memilukan,”tambah HNW.

“Itulah contoh bagaimana Barat mengobok-obok demokrasi di Negeri Islam. Bahkan yang terjadi di negeri-negeri Islam kini dijadikan konflik dan ledakan bom dengan alasan terorisme. Islam jelas tidak mengajarkan terorisme. Ketika terorisme hidup di Negeri Muslim, ini memang keinginan mereka,”ujarnya.

Pembicara lain, Prof. Dr. Salim Said mengakui, bahwa di Timur Tengah tak pernah ada demokrasi. Oleh karena itu, ketika ada kesempatan demokrasi, dan  pengalaman politik rendah, maka hasilnya tentu akan sangat fatal.

“Dan Mursy sepertinya tidak banyak mempelajari politik militer di negaranya. Sehingga As Sisi mudah menggulingkannya,”tutup Said.  

Sementara itu, usai acara ini,  Din Syamsuddin hari ini, Sabtu (07/09/2013) langsung menuju  Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangka berbicara pada Konferensi  Internasional tentang Islamic Resurgence: Challenges, Prospect anda The Way Forward, yang diselenggarakan oleh Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM).

Pertemuan ini  diikuti lebih dari 600 peserta berbagai kalangan, yang memenuhi auditorium Jubile Perak, Gedung Sultan Shah Abdul Aziz, Shah Alam, Selangor. Diantara mereka, terdapat para tokoh senior ABIM, serta sejumlah peserta dari mancanegara.

Pembukaan Konferensi Internasional ini sendiri dibuka secara resmi oleh Presiden ABIM pertama, Dato Seri Dr. Anwar Ibrahim.

Din berbicara pada sesi pertama tentang Islamic Resurgence: Indonesian Experience.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haniyah Tolak Usaha Adu Domba Gaza-Mesir, Tolak Serangan AS ke Suriah
Tulisan selanjutnya Mengintip Kedekatan George Soros – Hary Tanoe

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?