Hidayatullah.com—Panitia penyelenggara acara Miss World mengatakan pada hari Selasa bahwa ” tidak mungkin ” untuk tahap final diselenggarakan di Bali. Ia bahkan memohon agar pemerintah Indonesia sudi memindahkan kembali acaranya ke Jawa setelah menghadapi protes kalangan Muslim.
“Saya pikir orang-orang bisa mengerti betapa sulit memindah semua acara yang telah disusun sebelumnya ke Bali,” kata Nana Putra, Direktur Eksekutif Penyelenggara dan Penyiaran MNC Group dikutip AFP.
Menurutnya, pemindahan tempat final tersebut sangat tidak mungkin karena pada awal Oktober akan ada acara besar yaitu APEC. Dalam acara tersebut akan ada banyak petinggi negara dan wartawan yang datang dari luar negeri.
Putra mengatakan dirinya akan berusaha membujuk pemerintah, tetapi tidak mengatakan kapan. Tetapi pihaknya berkeras bahwa mereka tidak ada rencana untuk menghentikan atau membatalkan setiap babak-babak bahkan sampai final tersebut berlangsung tanggal 28 September.
Mereka mengatakan telah memiliki tempat cadangan di Indonesia jika diperlukan, tetapi mereka menolak untuk memberikan rinciannya lebih lanjut.
Di Jakarta
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Bali belum juga sempat mengatakan tak mendengar rencana final kontes kecantikan Miss World 2013 dipindahkan ke Bali.
“Kalau benar di Bali, itu artinya kabar baru buat kami. Nanti saya akan konfirmasi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Hariadi dikutip Tempo, Kamis (12/09/2013).
Menurut dia, sampai Rabu lalu, kabar yang ia dengar adalah Final Miss World tetap berlangsung di Jakarta sesuai rencana awal.
“Sampai kemarin, kabar yang saya dengar masih di Jakarta acaranya,” katanya. Namun Hariadi mengatakan seluruh timnya siap untuk mengamankan acara itu apabila berlangsung di Bali. “Kalau memang di Bali, tentu saja kami ready,” katanya.
Seperti dalam berita sebelumnya, kontes Miss World 2013 ini banyak ditentang oleh Ormas-ormas Islam termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PBNU. Namun media-media asing menulis, para penentang adalah kelompok garis keras.*