Hidayatullah.com–Di tengah geliat persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dan problem bangsa Indonesia, sejak hari Sabtu (28/12/2013) berlangsung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Pesantren Quran Indonesia di Wisma Arga Mulya Kemendikbud Puncak Bogor.
Acara ini adalah forum nasional mempertemukan sejumlah pesantren yang fokus pada al-Quran, tahfidh (hafalan) dan pembentukan generasi yang mampu menterjemahkan al-Qur’an dalam kehidupan sosial ekonomi, berbangsa dan bernegara dalam bingkai keIndonesiaan.
Rakernas II Pesantren Quran Indonesia (PQI) ini berlangsung semenjak Sabtu (28/12) dan berakhir Senin (30/12/2013) hari ini.
Acara ini dihadiri utusan organisasi Pemuda Penghafal Quran Indonesia (PPQI), Persatuan Taekwondo Eltahfidh Indonesia (PTEI), Majelis Pesantren dan Ma’had Dakwah Indonesia (MAPADI), dll.
Peserta yang hadir pada Rakernas ini berjumlah 120 peserta masing masing berasal dari Bogor, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Lampung, Bengkulu, Palembang, Padang, Medan, Aceh, Lombok, Kalimantan, dan Makassar.
Menurut Direktur Pesantren Qur’an Indonesia Ustad John Edy Rachman Rakernas II PQI ini bertujuan untuk menuju penguatan SDM, struktur organisasi,finansial dan optimalisasi jaringan dalam rangka turut memberi kontribusi bagi perbaikan akhlak bangsa Indonesia.
”Dengan Rakernas ini sesungguhnya kami ingin turut berkontribusi bagi pembangunan akhlak sumber daya manusia Indonesia,” ujar Ustad John.
Hadir dalam pertemuan nasional ini sejumlah tokoh di antaranya KH.Muslih Abdul Karim, MA, Dr Marwah Daud Ibrahim, John Edy Rahman, Ahmad Arham, Zaenal Hasyim, Ubedilah Badrun dan Muhammad Ilyas.
Menurut KH. Muslih Abdulkarim, gagasan penting dalam Rakernas ini sangat penting dan strategis jika merujuk pada konsep silaturahmi dan konsep sukses menurut Islam.
”Gagasan gagasan silaturahmi harus mampu diterjemahkan aktivis Islam dalam kehidupan sosial berbangsa khususnya di dunia pendidikan dan sosial kemasyarakatan, baik terhadap sesama muslim maupun terhadap non muslim sampai tingkat RT,” demikian ujarnya.
Selanjutnya Muslih juga mengemukakan bahwa kesuksesan perjuangan itu termasuk suksesnya pesantren mencapai tujuannya ditentukan oleh sejauhmana para penggerak pesantren itu memiliki keteguhan, intensitas zikir, tidak berselisih, sabar dan ikhlas dalam menjalankan amanah.
Agenda Rakernas II ini membahas berbagai hal yang dibagi 4 cluster (komisi); yaitu tentang program pembentukan generasi bangsa yang mampu menterjemahkan al-Quran secara tepat, tahfidh, tentang lembaga pesantren formal, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.
Salah seorang peserta dari Simalungun Medan, Ustad M.Yasin mengemukakan bahwa Rakernas Pesantren Quran ini harus terus dilaksanakan karena manfaatnya secara khusus di daerah dan umumnya bagi bangsa Indonesia.
”Semoga Rakernas kali ini sukses dan berhasil menelorkan program kreatif untuk turut berkontribusi bagi bangsa Indonesia,” ujar Yasin.*