Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Irasional, Pekan Kondom Harus Dihentikan Selamanya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Desember 2013 08:23 8:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Desember 2013 08:23
Bagikan
Logo kampanye Pekan Kondom Nasional 2013
Bagikan

Hidayatullah.com–Meski telah dinayatakan gagal digelar, Pekan Kondom Nasional (PKN) masih menyisakan kekesalan di benak banyak pihak. Selain dianggap irasional, program yang didukung Kemenkes itu dinilai sebagai upaya promosi seks bebas oleh industri kondom.

Lembaga kesehatan kemanusiaan nasional, Islamic Medical Service (IMS) dalam pernyataannya kepada media ini merekomendasikan cara-cara pencegahan dan pemberantasan virus HIV dan AIDS yang sangat serius, yaitu dengan menghentikan kampanye penggunaan kondom. Kampanye pemakaian kondom dinilai justru makin menyuburkan dan melegalkan seks bebas sebagai faktor utama penularan penyakit AIDS.

“Karena itu IMS menolak dan meminta kepada pemerintah untuk menghentikan acara tersebut untuk tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang,” tegas Direktur IMS Drg Fathul Adhim di Jakarta, Rabu (04/12/2013).

Fathul menjelaskan, kampanye pemakaian kondom sejatinya hanya diperuntukkan kepada suami istri sebagai alat kontraksepsi, bukan kepada para remaja yang ditakutkan salah dalam penggunaan. Ia menegaskan, produk kondom yang beredar saat ini hanya untuk sebagai alat kontrasepsi, bukan untuk menangggulangi penyakit AIDS.

Program bagi-bagi kondom tidak menjawab akar penyebab dari timbulnya penyakit tersebut, tapi dengan acara itu, kata Fathul, justru malah menyuburkan penyakit AIDS yang terjadi di Indonesia. Serta secara tidak langsung melegalkan seks bebas dan pemahaman yang salah dalam pemakaian dan penggunaan kondom.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Fathul menerangkan, kalaupun dipaksakan kampanye penanggulanagn penularan virus HIV dan penyakit AIDS dengan cara memakai kondom, maka tingkat kesalahan carapemakaian kondom apalagi bagi pemula, bisa mencapai 44,7%, sehingga efektifitas pemakaian kondom dalam penangulangan AIDS sangat diragukan.

“Karena cara penularan virus HIV melalui kontak langsung dengan cairan yang dimiliki manusia yaitu darah, air mani, air susu ibu, maka cara penanggulangannya yang efektif adalah stop prostitusi, seks bebas, dan narkoba,” ulasnya.

Dikatakan Fathul, hasil penelitian membuktikan bahwa negara termasuk provinsi di negara Indonesia yang sangat longgar terhadap kebebasan seks jauh lebih banyak yang terkena virus HIV dan AIDS daripada negara dan provinsi di Indonesia yang mengontrol kuat terhadap pergaulan bebas.

“Untuk itu cara yang efektif adalah pembekalan agama sejak dini khususnya kepada para remaja termasuk memberi pengetahuan yang sebenanrnya terhadap bahaya virus HIV dan AIDS,” ujar dia.

Bagi penderita yang sudah terlanjur terjangkit virus HIV dan AIDS sementara sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut, maka pemerintah wajib untuk mengisolasi dengan ketat atas biaya negara dan swasta yang berminat.

Pemerintah, kata Fathul, juga harus jeli dan wajib mempertahankan untuk tidak terpengaruh oleh budaya asing termasuk dalam penanganan pergaulan bebas dan cara penanggulangannya yang sangat berbeda dengan adat ketimuran apalagi mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim.

Karena literatur tentang virus HIV dan AIDS dan cara penanggulangannya hampir semua mengambil ilmu dari Barat, maka Fathul berharap kalangan cendekiawan di bidang kesehatan khususnya di lingkungan kampus dan Depkes, menambah referensi dari karya-karya cendekiawan dari Timur sehingga dalam upaya penanggulangannya bisa menjawab secara paripurna bukan malah sebaliknya.

“Ini menyangkut masalah hidup orang banyak apalagi jenis penyakit AIDS luar biasa bahayanya. Maka pemerintah harus bisa mencegah kepentingan ekonomi dengan kedok membantu pemerintah untuk ikut serta menanggulangi masalah kesehatan di Indonesia,” tandas Fathul mewanti-wanti.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kondomisasiseks bebas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Dugaan Tindakan Asusila Sitok Srengenge mulai Bermunculan
Tulisan selanjutnya FPI Siap Turunkan Anggota ‘Lindungi’ Penegaksan Syariah di Langsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?