Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

“Pendidik Punya Peran Penting dalam Perubahan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 April 2014 11:36 11:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 April 2014 11:36
Bagikan
Pakar Pendidikan dari Riyad, Syeikh Muhamma ad-Duwaysi
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakar pendidikan dari Riyadh, Syeikh  Dr.Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy mengatakan peran para pendidik dalam memperjuangkan perubahan masyarakat menuju lebih baik sangatlah penting.

“Para ulama dan pendidik punya peran penting dalam perubahan. Peran untuk membangun manusia agar siap menghadapi masa depan. Perubahan ada yang sifatnya tidak langsung tampak. Tidak terlihat sekarang tetapi memberi dampak yang jelas di masa depan,” demikian disampaikan Dr Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy  di hadapan pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DIY, dan para aktivisis  pendidikan Islam kemarin.

Dalam diskusi  MIUMI DIY yang digelar dalam Bahasa Arab, Syeikh  Dr.Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy, menekankan pentingnya sabar dalam proses pendidikan.

” Apa yang kita lakukan sekarang, walau tampak kecil akan memberi pengaruh pada pembentukan kepribadian, sekaligus membentuk masa depan,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya sabar dalam menghadapi kondisi lingkungan yang ada sekaligus mau berbuat sesuatu, sekecil apapun. Karena hal itu berarti ikut memperjuangkan perubahan. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam, adalah sosok teladan terbaik dalam proses pendidikan. Perjalanan hidup beliau mulai dari masa kecil menggembala kambing, berdagang, ikut berkontribusi  dalam pembangunan ka’bah, dan seterusnya, menunjukkan proses pembentukan keperibadian yang tangguh. Proses tarbiyah seringkali tidak segera menunjukkan hasil yang kasat mata. Tetapi bersabar dalam memperjuangkannya terus menerus, beristiqomah di jalanNya, akan memberikan hasil yang diharapkan di masa depan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Penulis buku ini juga mencontohkan seperti halnya taushiyah yang disampaikan seorang khatib. Kita tidak tahu, dari sekian banyak nasihat yang tersampaikan, bagian mana yang kemudian mengubah jalan hidup jama’ahnya. Tugas seorang pendidik, hanya menyampaikan. Hidayah datang dari Allah Ta’ala.

Menurutnya,  seorang pendidik (murabbi) hendaknya memahami kondisi dan gejala yang ada di sekitar pendidikan yang digelutinya. Mengukur fenomena yang ada secara tepat, dengan dukungan data-data, sekaligus merespon secara tepat fenomena tersebut, menjadi kunci keberhasilan pendidikan. “Melihat kondisi masyarakat yang belum sesuai harapan dengan standar yang cukup tinggi, seringkali melahirkan respon yang kurang realistis,” jelasnya.  Menyerah pada realitas juga bukan sikap bijaksana. Bersikap proporsional lebih dianjurkan.

Abdullah Ad-Duwaisy juga menekankan pentingnya tarbiyah. Menurutnya tarbiyah  yang lemah di masa lalu menghasilkan kondisi lemah di masa kini. Tarbiyah di masa kini sangat menentukan wajah masa depan.

“Kita semua harus mengambil peran dalam dakwah dan tarbiyah,” pesannya.

Selain itu para pendidik dianjurkan  untuk mengedapankan sikap hikmah dalam tugas dakwahnya. Ada waktunya kapan harus diam, kapan saatnya harus bicara. Kematangan butuh proses untuk diperjuangkan. Sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya adalah sarana untuk mendidik ummat.

“Perkembangan zaman juga menuntut para pendidik memiliki wawasan yang lebih terbuka,” pungkas Syeikh Ad-Duwaisy yang beberapa bukunya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Selama bulan April 2014 Ad-Duwaisy berkesempatan berkunjung ke beberapa kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Selain mengunjungi berbagai  lembaga pendidikan, Syeikh Ad-Duwaisy berkesempatan memberikan taushiyah dan berdiskusi dengan para ulama, asatidz, pendidik dan santri.

Di Yogyakarta, Syeikh Ad-Duwaisy, memenuhi undangan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia  (MIUMI DIY) untuk berdiskusi masalah perjuangan dakwah melalui pendidikan di Lembaga Pendidikan Insani (LPI) Yogyakarta,  memberi kajian umum di masjid Al-Hidayah Purwosari, dan mengunjungi Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.

Beberapa judul buku beliau yang telah ditermahkan adalah : “Anakku, Aku Bangga Padamu”,  “Perang Melawan Syahwat”, “Gaya Hidup Pemuda Perindu Surga”, “Biografi Pemuda Sahabat Nabi”.

Dalam kunjungannya ke kampus Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, Syeikh  Dr.Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy menekankan tugas besar sebagai Muslim adalah berdakwah di mana saja dan kapan saja. Dalam kesempatan tersebut beliau berpesan agar  generasi penerus perjuangan Islam mempelajari ilmu agama dengan baik. Selain itu mau untuk berdakwah di manapun dan kapanpun berada, karena hal itu merupakan implementasi dari iman dan takwa kita kepada Allah.*/Subhan Afifi (Yogjakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MIUMIPendidikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ya Allah! Negeri Kita Kaya Aliran Sesat!
Tulisan selanjutnya Saudi tuntaskan Bantuan Kemanusiaan di Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?