Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Umat Islam Jadi Korban Tirani Minoritas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Mei 2014 09:51 9:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2014 13:07
Bagikan
pasca Soeharto menunaikan ibadah haji, barulah umat Islam mendapat tempat
Bagikan

Hidayatullah.com–Tak banyak yang tahu bahwa umat Islam pada era tahun 70 dan 80-an dijadikan obyek kekerasan oleh tirani minoritas. Kekerasan kerap terjadi karena umat Islam kala itu belum mendapat tempat “nyaman” di bumi Indonesia.

“Islam sebagai obyek kekerasan tahun 70/80-an,” ujar Ahmad Najib Burhani dari LIPI saat menjadi pembicara diskusi  “Islam sebagai Subyek/Obyek Kekerasan” di PP Muhammadiyah, Senin (12/05/2014) siang kemarin.

Menurut pria yang juga aktif di MAARIF Institute ini, hingga pada saat  yang tepat, pasca  Soeharto menunaikan ibadah haji, barulah umat Islam mendapat tempat.

Tahun tersebut umat Islam sudah mengalami kekerasan. Peristiwa tersebut ditengarai karena minoritas secara struktural menduduki pejabatan-pejabatan strategis. Dan kaum minoritas bertindak seperti itu disebabkan adanya intervensi dari golongan atau kelompok tertentu.

“Tirani minoritas menguasai struktur yang dikendalikan golongan tertentu. Tirani Minoritas sudah terjadi di Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Umat Islam yang secara statistik kuantitas memang jauh lebih banyak dibanding agama lain. Namun, peran (kualitas) umat Islam tidaklah seperti banyaknya kuantitas. Sebut saja peristiwa Talangsari yang terjadi pada akhir 90-an, di mana umat Islam seakan “tidak peduli” dengan kekerasan yang dialami oleh masyarakat setempat.

Sebagai mayoritas, seharusnya umat Islam lebih berperan di dalam menangani permasalahan kasus kekerasan Talangsari.

Begitupun bagi yang minoritas agar ikut peduli di dalam menjawab kisruh yang ada.

“Peristiwa Talangsari harus segera diselesaikan. Melalui ormas, dan ormas Islam secara khusus ikut mendorong penyelesaian kasus tersebut hingga tuntas,” tulis  Wahyudi Aklimah Muhammad (dari API Research Fellows) dalam makalahnya.

Dalam acara yang digagas Ma’arif Institut bekerjasama dengan The Nippon Foundation Fellowship for Asian Publik Intelectual (API) ini hadir Ahmad Najib Burhani (PMB LIPI), Wahyudi Akmaliah Muhammad (API Research Fellows), anak korban peristiwa Priok yang juga aktivis KontraS Muhammad Daud Buereuh, mahasiswa, dan beberapa LSM.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMaarif Instituteumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Azhar Minta Boko Haram Bebaskan Remaja yang Disekap
Tulisan selanjutnya Da’i Muslim Uighur Mogok Makan dalam Tahanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?