Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mau Jadi Wartawan? Pesantren Bikin Website, Santri Rajin Menulis!

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 Mei 2014 05:12 5:12 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 23 Mei 2014 05:12
Bagikan
Mahladi (baju putih) di depan para santri di Brebes
Bagikan

Hidayatullah.com- Banyak cara untuk jadi wartawan, termasuk bagi para santri. Salah satunya seperti yang diungkapkan Pemimpin Redaksi (Pemred) Kelompok Media Hidayatullah (KMH) Mahladi. Mau tahu?

Mahladi mengungkap, setiap pesantren sebaiknya membuat situs internet (website) internal. Lalu menggalakkan tulis-menulis di kalangan santri dan ustadz. Tulisan mereka nantinya ditayangkan di website tersebut.

Pesan ini disampaikannya saat mengunjungi Yayasan An-Nasr Hidayatullah Brebes, Desa Kalibuntu, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/05/2014).

Selain itu, ungkap Mahladi, pesantren juga perlu menerbitkan media cetak seperti buletin. Atau memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook.

“Kita perlu media untuk mempublikasikan tulisan kita. Kita kalau sudah menulis, kalau tidak ada media biasanya cepat bosan (menulis),” ujarnya, sebagai pengisi pelatihan jurnalistik yang diikuti puluhan santri se-Cirebon (Jawa Barat), Brebes, dan Tegal.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kemudian, untuk semakin membuka peluang jadi wartawan, Mahladi berpesan, penulis harus rajin mengirim tulisannya ke media massa.

Semua itu harus dimulai dengan langkah awal, yaitu menumbuhkan minat menulis, kata Mahladi. Hal ini, menurutnya, perlu agak dipaksakan.

Lalu, langkah selanjutnya, “Adakan pelatihan jurnalistik untuk semua warga sekampus (pesantren),” ujarnya.

Jika rangkaian itu telah dilalui, dia meyakini akan lahir penulis-penulis pilihan. Orang pilihan itulah yang diyakininya kelak bisa dilirik media massa untuk dijadikan koresponden di daerah.

“Kalau sudah jadi koresponden, akan terkait reportase. Itulah jurnalistik,” ujarnya.

-Dakwah Bil Qalam-

Mahladi menjelaskan, tulis-menulis sangat berperan dalam dakwah pesantren. Sebab dakwah bisa lewat tulisan, disebut “dakwah bil qalam (dengan pena)”. Para dai pun disarankan agar pandai menulis.

“Selain berkomunikasi (kepada umat) secara lisan di atas mimbar, tapi juga berkomunikasi di atas kertas,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa pengaruh tulisan di media luar biasa.

“Dakwah itu mengajak, dakwah lewat tulisan juga begitu. Mengajak orang lewat tulisan. Sangat erat sebenarnya dakwah dengan tulisan,” lanjutnya.

Mahladi menjelaskan, dakwah bertujuan mempengaruhi orang lain. Maka tujuan dakwah dengan tulisan juga begitu.

Bagaimana cara mempengaruhi orang lewat tulisan? Menurut Mahladi, sebuah tulisan harus berbobot informasinya dan menarik susunan tata bahasanya.

Hal senada disampaikan Pembicara lainnya, Dadang Kusmayadi, Pemred majalah Suara Hidayatullah. Dia mengungkap, para ulama terdahulu banyak yang berdedikasi dengan “dakwah bil qalam”.

Bahkan, katanya, dalam penjara pun ada ulama yang tetap menulis. Disebutlah Sayyid Quthb, ahli tafsir dari Mesir sebagai contohnya.

“Dalam rangka apa (menulis)? Dalam rangka ‘amar ma’ruf nahi mungkar’,” ujarnya.

Contoh lainnya, sebut Dadang, adalah pendiri Persatuan Islam (Persis), A Hassan. Tokoh ini melawan tulisan Presiden Soekarno yang mengagumi pemikiran Mustafa Kemal Atatürk soal sekularisme di Turki. A Hasan, ujar Dadang, rajin membantah tulisan Soekarno juga dengan tulisan di media yang sama kala itu.

“Sekarang banyak komunitas penulis. Ada ibu-ibu doyan menulis, anggotanya 2 ribuan yang aktif lewat email, Facebook,” pungkasnya.*

(Foto: Mahladi (baju putih) di depan para santri di Brebes- by Syakur)

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mediapesantrenwartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPK tetapkan Suryadharma Ali tersangka Dugaan Korupsi Kasus haji
Tulisan selanjutnya 250.000 Al-Quran Disebarkan dalam Piala Dunia di Brasil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?