Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sering Tantang Debat Syiah, Dapat Tuduhan “Wahabi”

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Juni 2014 09:56 9:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Juni 2014 09:55
Bagikan
Munas I Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di AQL Center Tebet Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com—Seringnya melayani perdebatan langsung dengan  tokoh Syiah, menjadikan ulama muda NU, Muhammad Idrus Ramli sering dicap dengan sebutan “Wahabi”.

“Saat ini, bagi orang Syiah, yang membongkar kesesatan Syiah langsung dituduh Wahabi. Ini tuduhan sangat tidak beralasan,” demikian disampaikan Ketua Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Kencong, Jember, Muhammad Idrus Ramli, saat acara Munas I  Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di AQL Center Tebet Jakarta pada Rabu (11/06/2014) kemarin.

Gus Idrus Romli, demikian  kiai muda NU  asal Jember, ini akrab disapa,   menilai perkembangan Syiah saat ini di daerah-daerah dan kampung-kampung perlu dicermati dengan serius.

Ia menerangkan, sesungguhnya argumen kalangan Syiah cukup rapuh. Karenanya, tuduhan dan sebutan  “Wahabi” sering dimainkan.

Karena itu, ia berharap MIUMI baik pusat maupun di daerah mencermati kasus-kasus seperti ini dengan serius.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dua pendekatan Syiah

Menurut Idrus,  di daerah terutama di kantong NU,  Syiah melalukan pendekatan dua hal; secara finansial dan kultural.

“Dari pengalaman saya, pendekatan Syiah ke NU melalui dua cara, yaitu memberi santunan ekonomi dan cultural,” ujarnya.

Dari pengalaman yang ia dapati, kader-kader Syiah membuat proposal dana ditujukan ke kedutaan Iran. Bahkan, dalam catatan dia, ada juga orang Sunni dimasukkan daftar penerima dana oleh kader Syiah.

Bahkan banyak pula ia dapati  kader NU mendaftarkan diri sebagai kader Syiah hanya untuk mendapatkan ‘santunan’ finansial.

“Bagaimana orang kampung tidak tertarik, lha ngaji dikasih uang dan beras. Mereka senang. Padahal tidak tahu apa-apa tentang Syiah,” tambah kiai muda alumni Pesantren Sidogiri, Pasuruan ini.

Selain itu, Syiah mengembangkan cara-cara kultural. Misalnya mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat, lalu mendekati tokoh atau ustadz-nya.

“Tokoh-tokoh kita yang bersikap mendiamkan kekeliruan Syiah. Tidak peduli.   Orang Syiah akan mendekati dan memberi puji-pujian berlebihan kepada tokoh tersebut,” tambahnya.

Ia menilai, Syiah berkembang karena ada tokoh Sunni yang suka memu-muji kekeliruan Syiah di hadapan jamaahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Majelis Intelektual dan Ulama Muda IndonesiaMIUMINUsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Assad Bilang Barat Mengubah Sikap dan Amerika Berusaha Mendekatinya
Tulisan selanjutnya Operasi Penurunan Berat Badan ‘Meniadakan’ Diabetes Selama 15 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?