Hidayatullah.com–Direktur Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Nanang Djamaludin, menilai, penting bagi setiap orangtua untuk mendorong anak-anaknya gemar membaca. Salah satu yang penting dilakukan untuk usaha tersebut adalah membuat perpustakaan keluarga.
Menurut ia, orangtua, ayah dan ibu, harus punya buku dan mulai membangun sedikit demi sedikit perpustakaan keluarga. Punya buku itu dalam artian tak sekedar punya saja, tapi juga hobi membaca dan melahap buku-buku yang ada.
“Membacanya (buku) hingga anak sedari kecil melihat dan terbiasa pada paparan visual aktivitas orangtua, yang mana selain bekerja, mengasuh dan mendidiknya di rumah, orangtua juga membaca buku,” tukas Nanang kepada Hidayatullah.com, Kamis (19/06/2014).
Nanang menegaskan jangan sampai orangtua menyuruh anak membaca buku, tapi tak sekali pun atau jarang sekali anak melihat kedua orangtuanya membaca buku. Jika begitu, akan sulit sekali membiasakan membaca buku pada anak.
“Dan ujungnya budaya membaca anak pun menjadi rendah,” ujar pria yang juga pendiri SMART Hypnoparenting and Hypnofamily Consultant ini.
Hal yang juga penting walaupun sekilas terlihat sederhana, kedua orangtua sebaiknya sama-sama mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan, baik itu perpustakaan daerah, perpustakaan wilayah, maupun taman bacaan masyarakat (TBM) terdekat. Lalu anak pun didaftarkan menjadi anggota perpustakaan tersebut.
Secara rutin orangtua dan anak bersama-sama meminjam buku-buku sesuai minat masing-masing dan membacanya di waktu senggang. Dan itu berlangsung sampai muncul kebutuhan untuk membaca di dalam anggota keluarga.
“Langkah kedua ini ditempuh jika memang secara ekonomi keuangan keluarga amat terbatas untuk membeli buku dan membangun perpustakaan di rumah,” tambahnya.
Tapi, bagi keluarga yang sudah memiliki perpustakaan sendiri, misalnya, langkah kedua ini, menurut Nanang, untuk melengkapi buku yang dibutuhkan.*