Hidayatullah.com–Seorang dai berdakwah sebaiknya jangan pernah membebankan pada hasil. Demikian disampaikan Islamic Creativepreneur yang juga seorang dai, Burhan Shodiq.
“Mindset kita sebagai dai adalah bagaimana orang yang tidak tertarik dengan Islam menjadi tertarik dengan Islam,” ungkap alumni Sastra Inggris, Universitas Negeri Sebelas Maret ini saat menjadi pengisi kajian “Lesehan Dakwah untuk Muslim Designer Community” (MDC) di Bakso Kadipolo, Solo, Jawa Tengah, Jum’at sore (12/07/2014).
Menurutnya, seorang dai sebagai pengemban dakwah, harus punya strategi dakwah yang baik saat ia turun ke lapangan, termasuk saat menghadapi orang atau masyarakat yang menjadi objek dakwahnya.
Pemilik Gazzamedia yang juga tergabung dalam pengurus Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo ini juga menyarankan agar hasil dari dakwah dikembalikan pada Allah.
“Karena bagaimana pun urusan hati adalah urusan Allah. Urusan kita adalah bagaimana menciptakan produk dakwah yang terbaik,” saran pria yang telah menelurkan banyak buku-buku dakwah untuk remaja ini.
Menurut Burhan, jika kita tidak profesional dalam mengemas suatu produk dakwah dengan baik, maka hal tersebut bisa jadi celah bagi musuh untuk menyerang. Karenanya ia berpesan pada MDC agar selalu profesional dalam berdakwah dan berkarya.*