Hidayatullah.com— Tidak kurang 2.600 warga Amerika Serikat (AS) mengumpulkan dana sebesar US $ 600.000 untuk membangun kembali sebuah masjid yang dibakar orang menyusul Presiden Donald Trump melarang masuknya orang Islam dari tujuh Negara ke negeri itu.
Islamic Centre di Victoria meluncurkan kampanye sumbangan langsung secara online (online) melalui ‘GoFundMe’ untuk rekonstruksi masjid yang terbakar di Tenggara Texas pada Sabtu lalu.
Presiden Islamic Centre, Shahid Hashmi mengatakan, kampanye tersebut telah mengumpulkan US $ 600.000 (sekitar Rp. 6 milyar) dalam waktu 24 jam itu diluncurkan.
“Kami sangat terkejut dengan kebakaran yang terjadi pada masjid itu pagi Sabtu lalu,” katanya.
Menurut laporan lokal, bangunan itu terpercaya terbakar sekitar jam 2 pagi waktu setempat. Masjid tersebut dibangun pada tahun 2000, setahun sebelum serangan 11 September di gedung World Trade Center (WTC).
Shahid mengatakan, dukungan dan kontribusi masyarakat setempat di Texas sangat mengejutkan dan itu dianggap hal yang luar biasa.
“Ini sangat luar biasa, kami berterima kasih. Orang Islam datang dari Houston, Dallas dengan perjalanan selama empat jam … ..ia adalah hal yang sangat mengharukan, semuanya mengarah pada kebaikan, “katanya.
”Curahan cinta, kata-kata indah, pelukan, uluran tangan, dan kontribusi finansial adalah contoh dari semangat asli Amerika,” tulis keterangan tersebut sebagaimana dikutip Al Arabiya, Senin (30/01/2017).
Pemerintah dan departemen pemadam kebakaran Victoria sedang bekerjasama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) serta Biro Alkohol, Tembakau dan Senjata Api untuk menentukan penyebab kebakaran itu.
Lima Masjid Dibakar dan 30 Tewas dalam Konflik di Myanmar Terbaru
“Saya harap itu bukan kejahatan kebencian,” kata Shahid.
Pada tanggal 21 Januari pernah terjadi perampokan di mesjid, Hashmi tidak ingin berspekulasi bahwa kebakaran ini merupakan kesengajaan.
Sebelumnya, pada Juli 2013, seorang pria terbukti menggambar “H8”, singkatan kata dari “hate” di eksterior tengah bangunan.
Islamic Centre ini merupakan rumah untuk sekitar 100 jamaah dan merupakan tempat ibadah dan berkumpulnya umat Muslim, kata Hashmi.*