Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gay Politik jauh Lebih Berbahaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2014 10:40 10:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2014 10:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kasus ditariknya buku Why? Puberty dari peredaran rupanya berhasil menarik perhatian publik akan bahaya propaganda perilaku seks menyimpang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Melalui buku-buku yang dikemas sedemikian rupa sehingga menarik bagi anak-anak dan remaja, berbagai pembenaran terhadap perilaku LGBT telah disebarluaskan.

Karena itu, Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, yang berkonsentrasi pada tema pengokohan keluarga, menganggap hal ini sebagai masalah yang sangat serius karena dapat merusak tatanan keluarga.

Demikian salah satu poin yang dikemukakan dalam acara silaturrahim sederhana yang berlangsung di Rumah Damai Indonesia (RDI) hari Selasa, 19 Agustus 2014, antara AILA, IndonesiaTanpaJIL (ITJ) dan DPD RI DKI, Fahira Idris.

“Permasalahan seksualitas ini adalah masalah yang sensitif dan kompleks bagi siapa saja. Jika kita menekan kaum LGBT ini, mereka justru akan bersikap defensif dan mencari pembenaran,” ungkap Rita Soebagio, peneliti masalah-masalah psikologi dari AILA.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sikap defensif itu tidak terlepas dari rekayasa media yang mempersepsikan kaum LGBT sebagai minoritas yang terzalimi, terpojokkan dan menjadi sasaran kekerasan.

Sementara itu, Dr. Dinar D. Kania, peneliti yang juga merupakan penggiat AILA, mengingatkan bahwa ada masalah besar yang dikenal dengan sebutan ‘gay politics’.

Secara sederhana, gay politics adalah langkah-langkah politis yang dilakukan untuk melegitimasi perilaku LGBT dan menekan siapa saja yang menentangnya.

Sejumlah lembaga internasional telah memasukkan klausul ‘dukungan terhadap kesetaraan gender’ dalam bantuannya kepada masyarakat atau ormas di Indonesia.

Hal ini bisa dianggap sebagai sebuah tekanan politik kepada masyarakat Indonesia untuk menerima propaganda LGBT.

Oleh karena itu, tidak heran bila cukup banyak buku yang ditemukan bermuatan propaganda semacam ini.

“Buku Why? Pubertas bukan yang pertama,” ungkap Dinar.

Salah satu argumen yang sering digunakan oleh para pendukung LGBT adalah bahwa perilaku homoseksual adalah sifat bawaan yang bersifat genetis. Pendapat ini kemudian disebarluaskan kemana-mana oleh media massa sehingga banyak orang yang menerimanya sebagai sebuah kebenaran.

“Sebenarnya, banyak sekali yang membantah penelitian-penelitian yang menyimpulkan bahwa homoseksualitas itu bersifat genetis. Bantahan-bantahan itu pun sangat ilmiah dan diakui di dunia sains.

Hanya saja, sorotan media massa memang sangat timpang. Inilah hasil kerja gay politics yang sejauh ini cukup berhasil mempertahankan citra LGBT dengan berbagai cara,” ujar Dinar lagi.

Gay politics juga berhasil menekan dunia kedokteran dan psikologi sehingga berpihak kepada kaum LGBT.

“Sejak tahun 1970-an, homoseksualitas tidak lagi dianggap sebagai masalah kejiwaan. Demikian juga sejarah HIV/AIDS telah direkayasa sedemikian rupa sehingga orang lupa bahwa penyakit ini dulunya disebut sebagai Gay-Related Immune Deficiency atau GRID. Artinya, sejak awal memang penyakit ini bersumber dari kalangan homoseks. Tapi sejarah ini ditutup-tutupi,” ungkap Rita Soebagio.

AILA Indonesia adalah aliansi yang terbentuk atas kerja sama lebih dari tiga puluh lembaga yang peduli pada isu-isu pengokohan keluarga. Belum lama ini, AILA telah menyelenggarakan Training for Trainers (TFT) untuk mempersiapkan stok trainer dalam melakukan penyuluhan-penyuluhan di seluruh wilayah Indonesia.*/ Akmal (Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fahira Idrislgbt
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasyim Asyari Sikap KH. Hasyim Asyari terhadap Perbedaan Mazhab
Tulisan selanjutnya Mahfud MD Terima “Pinangan” KAMMI Jadi Dewan Penasihat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?