Hidayatullah.com– Ada cerita lain yang tersisa dari kasus tulisan “Tuhan Membusuk” di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Yaitu cerita baju seragam panitia kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) 2014 yang mengganggu ketenangan shalat.
Hal ini diungkapkan salah seorang mahasiswa Fakultas Dakwah UINSA berinisial AM, saat ditemui hidayatullah.com di depan gedung Fakultas Ushuluddin UINSA, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (04/09/2014) sore.
“Saya lihat baju panitianya (Fakultas Ushuluddin) warna biru muda, tertulis ‘Tuhan Membusuk’, besar tulisannya, jadi kentara betul. (Mereka berkeliaran) sekitar-sekitar sini,” ujarnya seraya menunjuk area gedung Fakultas Ushuluddin.
Para panitia tersebut, tutur AM, mengenakan baju bertuliskan ‘Tuhan Membusuk’ tidak hanya dalam kegiatan OSCAAR. Tapi juga saat shalat berjamaah di Masjid Raya Ulul Albab kompleks UINSA.
“Panitianya itu pakai baju ‘Tuhan Membusuk’, (saat) shalat begitu juga di masjid (raya) situ. Jadi teman saya ada di samping shalat itu, pas selesai shalat bilang, ‘nda khusyu’ shalat baca (tulisan) ini’. Ada yang gitu. Pas (shalat) di samping saya,” ungkapnya.
“Kalau nggak salah waktu itu pas shalat Jumat. Karena ramai banget tuh orang. Saya (juga) merasa terganggulah karena tulisan begitu,” lanjutnya kemudian.
Tulisan “Tuhan Membusuk” itu, terang AM, terdapat di depan dan belakang baju panitia OSCAAR Fakultas Ushuluddin. Tulisan di bagian belakang lebih kecil daripada tulisan depan. Sedangkan para pesertanya tidak mengenakan baju yang sama.
“Peserta nda, kalau yang peserta itu baju biru aja dia, cuma nda ada tulisan (‘Tuhan Membusuk’)nya,” ungkap AM yang sering memperhatikan kegiatan OSCAAR Fakultas Ushuluddin jika bertemu rombongan mereka.
Baca cerita lain dari kasus tulisan ‘Tuhan Membusuk’ berjudul Dapat Kaos “Tuhan Membusuk”, Peserta OSCAAR UINSA Diminta Pindah Kuliah.*