Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Maneger Nasution Raih Doktor Bidang Pendidikan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 September 2014 13:44 1:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 September 2014 13:44
Bagikan
Manager Nasution (barisan empat dari kanan) saat berfoto bersama tim penguji dan promotor.
Bagikan

Hidayatullah.com–Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Maneger Nasution mengkritisi pendidikan HAM di Indonesia, khususnya konsep pendidikan HAM yang dituangkan dalam buku Pendidikan HAM yang diterbitkan oleh Komnas HAM Indonesia sejak tahun 2000 lalu.

Menurut Maneger, sebagai ajaran yang kaffatan linnas wa rahmatan lil alamin, Islam jauh-jauh hari sudah mengajarkan nilai-nilai peradaban yang begitu agung. Islam bahkan mampu mengayomi seluruh hajat manusia, bahkan segenap makhluk hidup yang ada sekalipun.

“Apa yang masyarakat Indonesia rasakan sekarang adalah buah dari pendidikan HAM yang berbau sekuler dan liberal,” ucap Maneger di ruang Sidang Promosi Doktor Pendidikan Islam Kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, belum lama ini.

Di hadapan dewan penguji, Maneger Nasution dinyatakan berhasil mempertahankan disertasi yang disusunnya dengan judul “Pendidikan Hak Asasi Manusia di Indonesia dalam Perspektif Pendidikan Islam”.

Dalam paparannya, Maneger menyampaikan berbagai persoalan HAM di Indonesia. Ibarat puncak gunung es, deretan persoalan bangsa mulai dari wanita tuna susila (WTS), para pezina yang tidak dihukum tegas, narkoba, Miss World, kawin beda agama, kawin sejenis, dan seterusnya hanyalah kumpulan masalah yang tampak di permukaan saja.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sebab konsep pendidikannya sudah keliru sejak awal,” ujar pria yang terpilih menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk periode 2012-2017 ini.

Lebih jauh Maneger mengurai beberapa poin dalam buku Pendidikan HAM yang, menurutnya, sangat rancu dibanding Pendidikan HAM menurut syariat Islam. Sebagai contoh misalnya, isu HAM Perkawinan Beda Agama. Pada hal. 41 tertulis Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Duham) Pasal 16 ayat (1); “Pria dan wanita dewasa dengan tidak dibatasi kebangsaan, kewarganegaraan atau agama, berhak nikah dan membentuk keluarga”.

Sedang dalam syariat Islam, agama tidak membatasi perkawinan karena etnis, suku, dan bangsa. Tetapi membatasi soal agama, sebagai dalam Surah al-Baqarah [2] : 221.

Atau dalam isu Human Dignity,  pada hal 39 tertulis DUHAM Pasal 1: “Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat yang sama.” Sedang dalam Pendidikan HAM ajaran Islam disebut, martabat manusia harus berdasarkan ketentuan Allah, bukan pada produk manusia. Contoh, kriteria orang mulia adalah orang yang paling bertakwa (Surah al-Hujurat [49] : 13) dan orang yang berilmu (Surah al-Mujadilah [58] : 11).

Menariknya, masih menurut Maneger, apa yang ia sebut sebagai Pendidikan HAM berbasis syariat Islam tak lain adalah pendidikan HAM yang konstitusional di negara Indonesia. Sebab seluruhnya telah terangkum dalam pasal ke-2, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia tak lain adalah penjabaran dari nilai-nilai Islam itu sendiri.

Maneger dinobatkan sebagai seorang doktor bidang pendidikan Islam dengan predikat Cumlaude. Ia adalah doktor lulusan yang ke-70 di Fakultas Pasca Sarjana UIKA Bogor.

Bagi Maneger, gelar akademik tersebut adalah amanah yang sangat berat.

“Saya hanya memohon doa dari seluruh hadirin yang ada. Semoga ilmu ini benar-benar bisa bermanfaat bagi agama dan bangsa Indonesia,” ujar mantan Wakil Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat ini.*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Iraq: ISIS/ISIL Berencana Menyerang Negara Barat
Tulisan selanjutnya Amerika dan Prancis Meragukan PM Iraq Soal Serangan ISIS/ISIL di Negaranya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?