Hidayatullah.com–Kondom, hingga kini masih disosialisasikan dan dipakai sebagai salah satu alat untuk mencegah HIV/AIDS. Namun, apakah dengan memakai kondom akan aman?
Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Dewi Inong Kirana, Sp.KK., persepsi fungsi kondom yang salah, banyak didapati Inong ketika Ia bertugas di berbagai daerah.
Bahkan, Ia mendapati seorang peserta seminar kesehatan yang bersikukuh menganggap kondom juga bisa mencegah dari HIV/AIDS.
Padahal logika itu keliru. Ia mengakui kebenaran fakta tentang kondom yang dapat mengembung karena ukuran molekul udara lebih besar dari pori-pori kondom. Itulah yang menyebabkan kondom tidak kempes walaupun digantung selama tiga hari.
Selain itu, kondom tidaklah seratus persen aman.
“Ternyata tidak seratus persen aman, karena daerah yang tidak tertutup masih bisa tertular, pori-pori kondom lebih besar (1/160) dari virus HIV (1/250), “ demikian ujarnya mengutip sumber dari konferensi AIDS Asia Pasifik pada tanggal 16-21 September 1995, dimana virus AIDS bisa lewat melalui kondom.
Ia mengutip Prof. Dr. J. Mann dari Harvard University, Amerika yang mengatakan, kondom hanya mampu mengurangi resiko tertular AIDS sekitar 26% saja, demikian papar wanita kelahiran Banda Aceh ini saat memberikan pemaparan pada seminar Simposium “Pengaruh LGBT Terhadap Keluarga dan Ketahanan Nasional” di Gedung Prof. Dr. Satrio, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Untuk meluruskan stigma tersebut, Inong sepakat jika pelaku industri mencantumkan peringatan pada kemasan kondom. Sama seperti bungkus rokok yang menyatakan bahaya merokok, pada kemasan kondom seharusnya dicantumkan bahaya seks bebas.
“Selain itu, juga bisa ditulisi tentang fungsi kondom hanya sebagai alat kontrasepsi dan bukan untuk mencegah dari HIV/AIDS,”jelasnya.*