“Diteror secara psikis di dunia maya. FB saya tidak bisa diakses. Mungkin ada yang melaporkan saya sebagai spam,” kata Rateka.
Rateka sudah menyadari jika apa yang dilakukannya itu dapat memicu kebencian sebagian orang. “Bahkan di forum Kaskus, saya disebut sebagai pemecah belah bangsa,” jelas Rateka prihatin.
Rateka juga bercerita tentang proses peliputannya itu. Menurut Rateka ia mengaku tidak tahan menyaksikan dengan mata kepala sendiri kristenisasi sedang berlangsung di CFD Jakarta.
“Saya melihat di sepanjang jalan CFD ada kelompok yang membagi-bagikan brosur, kalung merpati, dan biskuit yang setelah saya cek bertuliskan ‘Sudah Genap’. Kalimat ‘Sudah Genap’ itu merupakan istilah di Bible. Kalung merpati itu saya lihat dibagikan pula ke perempuan berkerudung,” kata Rateka.
Akhirnya, Rateka pun memutuskan untuk melakukan peliputan mengungkap kristenisasi terselubung itu.
“Saya melihat banyak orang yang tidak sadar. Karena memang banyak yang tidak mengerti tentang simbol-simbol Kristen. Saya sendiri sedikit banyak tahu tentang simbol-simbol Kristen karena sembilan tahun belajar di sekolah Katolik,” jelas Rateka.
Kata Rateka, yang menghebohkan video hasil karyanya ini terjadi pada menit 14. Dalam video yang disebarluaskan melalui Youtube ini terekam peristiwa seorang nenek pengemis yang berkerudung berupaya dimurtadkan oleh seorang pelaku yang berjenis kelamin wanita. [Baca: Heboh “Video Kristenisasi”: “Kenapa Ibu Pakai Kerudung Disuruh Percaya Tuhan Yesus?”]
Rateka berharap hasil reportasenya ini dapat membuka mata masyarakat bahwa kristenisasi itu memang ada dan sangat gencar dilakukan.
“Motivasi saya hanya ingin menyelematkan akidah umat Islam,” tegas Rateka.*