Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Lesbumi Anggap “King Suleiman” Tak Ada Distorsi, Pengamat Sejarah Menolak

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Januari 2015 12:15 12:15 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Januari 2015 11:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Film “King Suleiman” yang kini berubah menjadi “Abad Kejayaan” tersebut, sebetulnya tidak terlihat jika ada upaya untuk mendistrosikan sejarah Islam.

Demikian keterangan yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU,  al-Zastrow Ngatawi,  Si dalam acara diskusi budaya yang bertajuk “Abad Kejayaan: Antara Fiksi, Agama dan Sejarah” di Aula Lantai 5 Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jum’at (22/01/2015) Siang.

“Sebelum menilai lebih jauh lagi, kita perlu lebih dahulu mendudukan posisi film tersebut. Apakah ia termasuk film dokumenter sejarah atau drama fiksi semata,” ujar Zastrow.

Menurut Zastrow, ada perbedaan antara film drama fiksi dengan dokumenter sejarah. Film dokumenter sejarah, lanjutnya ialah film yang mengutamakan ontentisitas dan validitas data sejarah yang bisa dijadikan sebagai rujukan.

Sementara itu, film “King Suleiman” menurut Zastrow bukan film dokumenter sejarah, tetapi lebih pada film drama fiksi yang berlatar sejarah Islam. Sebab, banyak unsur dramatic yang fiktif dalam tayangan film tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Jadi, bisa kita lihat film “King Suleiman” tidak tampak ada upaya ingin mendistorsikan sejarah. Karena film itu film dramatic fiktif yang tidak bisa dijadikan sebagai rujukan,” pungkas Zastrow.

Supaya tidak terjadi kesalah pahaman di antara masyarakat, Zastrow menghimbau kepada pihak stasiun yang menayangkan film tersebut harusnya memberikan penjelasan baik di awal atau di akhir penayangan. Jika film “King Suleiman” adalah film drama fiksi, bukan film dokumenter sejarah.

“Selain itu, adegan-adegan vulgar yang dapat menimbulkan kontroversi masyarakat juga harus disensor oleh pihak stasiun yang menayangkan,” imbuh Zastrow.

Sementara itu, menurut penulis buku-buku sejarah Islam, M Nuhgra justru melihat lain. Ia mengatakan tayangan film “King Suleiman” sebaiknya dihentikan sebab minus dengan nilai yang bersifat positif.

“Sebuah film harus membawa nilai, budaya dan pemikiran. Nah, film itu (King Suleiman.red) bawaannya minus dari nilai yang bersifat positif,” kata Nughra kepada hidayatullah.com.

Senada dengan Nughra, penulis buku Shalahuddin Al Ayyubi dan Perang Salib III mengakatakan film ini justru dipenuhi dengan intrik dan tak sesuai dengan karakter Sultan Sulaiman itu sendiri. Ia mendukung film ini tidak ditayangkan.*

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alwi AlatasPBNU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kondisi Yaman Memanas, Amerika Siapkan Kapal Evakuasi
Tulisan selanjutnya “Je Suis Muslim” Ratusan Orang di Sydney Mengecam Charlie Hebdo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?