Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kemenag Upayakan Menyatukan Kalender Hijriyah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 21 Februari 2015 09:55 9:55 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 21 Februari 2015 09:55
Bagikan
Kemenag berusaha menyatukan kriteria penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan1 Dzulhijjah.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kementerian Agama berupaya melakukan penyatuan kalender Hijriyah di Indonesia. Terjadinya perbedaan penentuan kalender Hijriyah, khususnya terkait dengan awal Ramadhan, 1 Syawal, dan 1 Dzulhijjah, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar tidak terjadi kegaduhan tahunan.

Salah satu upaya Kemenag dalam penyatuan kalender Hijriyah dengan melakukan Focus Discussion Group (FGD) bersama dengan para tokoh hisab rukyat berkompeten, di kantor Kemenag, Jumat (20/2/2015), seperti dilaporkan laman Kemenag. FGD ini telah berlangsung dua kali dan akan dilanjutkan pertemuan berikutnya dengan mengundang para pakar lainnya.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menginginkan, adanya jalan tengah yang moderat agar dapat diterima oleh seluruh kelompok umat Islam. “Selama ini kita mengenal dengan istilah metode hisab dan rukyat dalam penentuan kalender Hijriyah. Saya berharap kita dapat menemukan jalan tengah sebagai cara menyatukan kalender Hijriyah agar umat Islam terjalin ukhuwwah yang lebih kuat,” kata Menag.

Pakar hisab rukyat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Suseknan, memaparkan, upaya penyatuan kriteria hisab dan rukyat masih terbuka. Ada dua pokok yang selama ini menjadi titik kritis perbedaan antara metode hisab dan rukyat, yaitu perbedaan kriteria dan tempat (markaz) observasi bulan. Artinya, masalahnya bukan pada metode hisab dan rukyatnya, namun lebih karena dua hal tersebut.

“Jika keduanya bisa disepakati, saya yakin masalahnya ini dapat diselesaikan,” tandasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ahli hisab rukyat yang lain, Cecep Nurwendaya, mengatakan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan kajian mendalam dan koordinasi dengan para ahli hisab dan rukyat, khususnya NU dan Muhammadiyah. Sebab, selama beberapa tahun ke depan, posisi hilal dapat dikatakan cukup aman.

“Posisi hilal selama pak Menteri Lukman menjabat lima tahun ke depan cukup baik, karena potensi perbedaan sangat kecil,” terang Cecep.

Prediksi hasil hisab kriterian MABIMS dengan wujudul hilal markaz hisab pos observasi bulan Pelabuhan Ratu Sukabumi, dimungkinkan memiliki potensi berbeda adalah 1 Dzulhijjah tahun 2015, 1 Dzulhijjah 2022, 1 Syawal dan 1 Dzulhijjah tahun 2023, dan 1 Ramadhan tahun 2024.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kemenag
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Inggris Melacak Tiga Pelajar Putri yang Diyakini Menuju Suriah
Tulisan selanjutnya Ketika Perempuan Minta Dipinang Laki-laki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?