Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bangsa Indonesia Bisa Jadi Penonton Saat Hadapi MEA

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Maret 2015 10:29 10:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 Maret 2015 10:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini tepatnya Desember 2015 membuat Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans khawatir.

Salah satunya ia menyesalkan mengapa masyarakat baru meributkan masalah ini, bukan menyiapkan sejak dahulu.

“Mengapa kita ini senang dadakan? Baru meributkan pada tahun-tahun ini?” tanya Khairul Anwar saat mengisi diskusi ‘Pemuda Indonesia Menyambut Masyrakat Ekonomi ASEAN’ yang diadakan di Gedung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta Pusat, belum lama ini.

Khairul mempertanyakan hal di atas karena Indonesia diduga masih belum siap menghadapi MEA. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki masih jauh dari nilai rata-rata. Dan juga keterbatasan lapangan kerja yang tercipta.

“Kualitas SDM yang tidak merata. Dan juga keterbatasan lapangan kerja,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selain itu, lanjutnya, masyarakat kita dalam segi pendidikan formal juga belum mampu menghasilkan kualitas siap kerja. Ditambah lagi kualifikasi tenaga kerja di Tanah Air ini masih relatif rendah. “Output pendidikan formal yang belum siap kerja. Juga kualifikasi tenaga kerja kita pun masih relatif rendah,” ia mengingatkan.

Untuk itu, ia berharap agar penyampaiannya terkait MEA ini perlu diperhatikan. Supaya dalam bulan Desember tahun ini masyrakat kita dapat bersaing dengan ketrampilan yang mumpuni. Serta terhindar pula dari imigrasi tenaga kerja yang terampil dari  Indonesia ke negara lain.

“Positifnya perluasan pasar bagi produk dan jasa Indonesia terbuka lapangan kerja bagi tenaga kerja terampil. Dan negatifnya imigrasi tenaga kerja terampil berkualitas dari indonesia ke negara-negara ASEAN,” tutupnya.

Selain itu, Anggota DPR RI Komisi IX Siti Masyrifah pun mengingatkan jika masyarakat Indonesia, dengan keterampilan yang dimiliki tidak digunakan dengan sebaik-baiknya tentu akan berimbas menjadi penonton. “Jika tidak Indonesia akan jadi penonton,” tegasnya.

Keduanya hadir sebagai pembicara yang juga ditemani pembicara lainnya. Yaitu Pakar Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Padang Wicaksono. Acara diadakan bersamaan dengan perhelatan Harlah Garda Bangsa ke-16 tahun. Garda Bangsa merupakan salah satu sayap politik PKB.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jurnalistik Tidak Netral, Wartawan Muslim Tidak Boleh Melepas Agamanya
Tulisan selanjutnya Indonesia Ingin Rambu Berbahasa Indonesia di Tanah Haram Diperbanyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat

Berita
25 Juli 2026 15:00
Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
KH. Naspi Arsyad: Pemuda Jangan Terjebak Zona Nyaman
MUI: Konten Keislaman Jangan Kalah di Ruang Digital
MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT

Terbaru

  • Bunuh Majikan dan Kerap Mencuri, ART Asal Indonesia Dibui Seumur Hidup di Singapura
  • Laporan: ‘Israel’ Danai Kampanye Rp840 Miliar untuk Mempengaruhi Jawaban AI soal Gaza
  • Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
  • Ribuan Sambaran Petir Picu Karhutla Baru di Kanada
  • Ratusan Warga Palestina Kehilangan Tempat Bernaung usai ‘Israel’ Bom Tenda Pengungsian
  • Pakar: Pernikahan adalah Jalan Peradaban, Jangan Biarkan Medsos Meracuninya
  • MUI: Konten Keislaman Jangan Kalah di Ruang Digital
  • Demo Pro-Palestina Sambut Kedatangan Netanyahu di Gedung Putih
  • MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT
  • Baliho Berbahasa Ibrani Mewabah, ‘Israel’ Kuasai Siprus?

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?