Hidayatullah.com- Ketua Yayasan Sultan bin Abdulaziz Al Saud, Syeikh Shalih bin Ibrahim al-Kholaifi mengungkapkan jika Kerajaan Arab Saudi, dalam hal ini yayasan yang dipimpinnya, selain Musabaqah Hifdzil Qur’an dan Hadits (MHQH) juga akan menjalin kerjasama kegiatan keagamaan lainnya dengan pemerintah Indonesia.
“Program kegiatan Yayasan Sultan bin Abdulaziz al-Saud tidak hanya menyelenggarakan kegiatan keagamaan saja seperti musabaqah tetapi juga kegiatan sosial lainnya, dan tentang musabaqah ini saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselenggaranya musabaqah ini,” kata al-Kholaifi saat ditemui awak hidayatullah.com, usai konferensi pers bersama Duta Besar Arab Saudi, Syeikh Mustafa Ibrahim al-Mubarak, di depan Aula al-Hikmah masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (24/03/2015).
Al-Kholaifi merasa bahagia sekali dengan terselenggaranya musabaqah tersebut. Karena dari situ, ujar al-Kholaifi, terjalinlah hubungan kerjasama yang erat dan kuat antara Kerajaan Arab Saudi dengan Indonesia. Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sendiri belum lama ini telah berkenan hadir mengunjungi Yayasan Sultan bin Abdulaziz Al Saud.
“Untuk itu, kedepan kami akan terus meningkatkan kegiatan musabaqah ini. Bahkan, selain musabaqah kami juga akan menjalin kerjasama kegiatan keagamaan lainnya dengan pemerintah Indonesia,” demikian harapan al-Kholaifi.
Al-Kholaifi menambahkan, dirinya berharap kedepan musabaqah tersebut terus berjalan dan meningkat, serta yayasan juga akan terus mendukung sepenuhnya bahkan akan menjalin kerjasama yang lebih besar lagi dengan agenda-agenda yang lebih besar pula. [baca: Dubes Saudi Berharap MHQH Jadi Musabaqah Tingkat Internasional].
“Hubungan antara Yayasan Sultan bin Abdulaziz Al Saud sendiri dengan musabaqah ini, yakni sarana untuk menunjukkan adanya kerjasama yang erat dan baik antara Arab Saudi dengan Indonesia sehingga bisa saling memberikan dukungan satu sama lain,” pungkas al-Kholaifi.*