Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Toleransi Agama dalam Perspektif Sīrāh Nabawiah [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Maret 2015 10:34 10:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Maret 2015 10:34
Bagikan
Toleransi yang kebablasan (ilustrasi)
Bagikan

Sambungan dari Artikel PERTAMA

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

PADA tahun ke sembilan hijriah, ketika utusan Kristen Najran, Yaman pergi ke Madinah (Muhammad Shallābi, al-Sīrah al-Nabawiyah `Ardhu Waqāi` wa Tahlīlu Ahdāts, hal. 248), mereka disambut dengan baik oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

Beliau mengirim surat kepada uskup mereka, Abu al-Harist. Inti suratnya tentang : jaminan keamanan dalam menjalankan ibadah. Toleransi ini tidak hanya berlaku kepada agama Nashrani saja, agama-agama lain pun mendapat perlakuan yang sama selama mereka mau menaati perjanjian dalam Piagam Madinah. Adapun kasus Yahudi (bani Qainuqā`, Nadhīr dan Quraidhah) yang diusir dan diperangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dan para sahabatnya, lantaran mereka menyalahi janji Piagam Madinah.

Ketiga, Dalam hal interaksi sosial, beliau sangat toleran (tentu saja selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syari`ah).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ada kisah menarik yang berkaitan dengan hal tersebut. Menurut riwayat Anas bin Malik, suatu ketika pelayan Rasulullah (anak Yahudi) sakit sehingga tidak bisa datang melayani. Nabi pun menjenguknya lalu duduk di samping kepalanya.

Beliau mengatakan: “Masuk Islamlah!”. Mendegar perkataan Rasul,  anak itu melihat kepada bapaknya yang berada di sampingnya. Bapaknya pun berkata: “Taatilah Abu Qosim (Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam)! Lalu anak itu masuk Islam. Setelah selesai, beliau berkata: “Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkannya dari api neraka.”( baca: al-Rahmah fī Hayāti al-Rasūl, hal. 236).

Kisah tersebut memberikan gambaran tentang begitu besarnya toleransi beliau dalam berinteraksi dengan orang non-Muslim. Di samping itu, beliau tetap punya prinsip bahwa agama Islam lah yang paling benar.

Dalam kasus anak Yahudi ini, toleransi tidak menghalangi beliau mendakwahkan kebenaran Islam. Hal ni sangat jauh berbeda dengan kebanyakan pembela pluralisme agama yang merelatifkan kebenaran.

Lebih dari itu, dalam Sīrāh Nabawiah ada banyak sekali kisah berkaitan dengan interaksi sosial Rasulullah bersama orang non-Muslim, di antaranya:  berdiri menghormati jenazah orang Yahudi (Diriwayatkan oleh Bukhari no. 1313, Muslim no. 960, An-Nasaa’i no. 1921, dan yang lainnya); ketika meninggal, baju besinya pun tergadai pada orang Yahudi (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Ra.); pernah menyuruh Sa`ad bin Abi Waqash memanggil dokter non-Nuslim, al-Hārits bin al-Kaldah untuk mengobatinya (baca: Dr. Ragib al-Sirjāni, Qishshatu al-`Ulūm al-Thibbiyah  fi al-Hadhārati al-Islāmiyati, hal. 31); pernah menggunakan sistem qōnūn ijāarah (suaka politik Muth`im bin Addi terhadap Rasul, dan Ibnu al-Dughunnah terhadap Abu Bakar) sistem orang kafir ketika masih di Makkah; pernah mengizinkan ibu Asma` binti Abi Bakar bertemu Asma` di Madinah padahal pada waktu itu masih musyrik (HR. Bukhari[3012], Muslim[1003], Abu Daud [1668], dan Ahmad[26960]).

Kisah-kisah itu menunjukkan bahwa toleransi sosial Rasulullah ialah dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syari`ah.

Dari pemaparan tadi, bisa disimpulkan bahwa:

Pertama,  toleransi agama dalam perspektif sīrāh nabawiah ternyata berbeda dengan toleransi yang dimaksud oleh pembela pluralisme agama.

Kedua, toleransi hanya dalam memberi hak pemeluk agama lain menjalankan ritual agamanya, adapun dalam akidah dan ibadah tidak ada toleransi.

Ketiga, toleransi berlaku dalam ranah sosial yang tidak bertentangan dengan syari`at Islam.

Keempat, toleransi tidak menghalangi umat Islam merasa agamanya paling benar. Rasulullah adalah orang yang sangat toleran, tapi juga tetap mendakwahkan agama Islam sepanjang hayatnya. Kalau toleransi agama dimaknai sebagai dasar dari pluralisme agama, maka buat apa Nabi Muhammad susah-susah berdakwah selama 23 tahun?  Wallahu a`lam bi al-shawāb.*

Penulis adalah peserta PKU VIII UNIDA Gontor 2014

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akidahtoleransi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selain Musabaqah, Saudi Akan Jalin Kerjasama Kegiatan Keagamaan Lain dengan Indonesia
Tulisan selanjutnya Aceh dan Wahabi, Sebuah Wacana Menarik [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Berita
13 Juni 2026 09:49
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?